Selasa, 23 Sep 2014 08:35 WIB

Lisensi Flexi, Esia dkk Dicabut, Operator Menyusut

- detikInet
Telkom Flexi (gettyimages) Telkom Flexi (gettyimages)
Jakarta - Dengan dicabutnya lisensi fixed wireless access (FWA) dan dirombaknya frekuensi 800 MHz yang identik dengan teknologi CDMA, itu artinya jumlah operator telekomunikasi di Indonesia kian menyusut.

Kementerian Kominfo telah mengumumkan pencabutan lisensi FWA milik Telkom (Flexi), Indosat (StarOne), Bakrie Telecom (Esia), dan Mobile-8 Telecom (Smartfren) di spektrum 800 MHz. Sebagai gantinya, frekuensi yang mereka tempati sebelumnya boleh dimanfaatkan untuk layanan seluler dengan teknologi netral. Boleh 3G maupun 4G.

Telkom rencananya akan mengalokasikan spektrum di rentang frekuensi ini sebagai tambahan atau ekstension untuk layanan seluler anak usahanya, Telkomsel, di pita 900 MHz dengan teknologi E GSM. Demikian halnya dengan Indosat yang ingin mengalokasikannya untuk memperkuat 3G di U900.

Sementara Bakrie dan Smart, keduanya dipastikan oleh Kominfo akan bergabung. Bakrie akan mengembalikan lisensi jaringannya ke Kominfo dan mengkonversi aset lainnya dalam bentuk pembelian saham di Smart. Keduanya nanti bisa menggelar 4G LTE di 800 MHz dengan lebar pita 11 MHz.

"Dari kajian kami memang sudah tak bisa dipertahankan lagi. Ujung-ujungnya nanti para operator ini akan konsolidasi, penggabungan usaha," kata Muhammad Budi Setiawan, Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos Informatika Kementerian Kominfo di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta.

Dengan dicabutnya lisensi FWA, dan digantikannya teknologi CDMA dengan teknologi netral, itu artinya sudah ada empat (lisensi) operator yang berkurang. Tinggal nantinya menyisakan operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Hutchison Tri Indonesia, dan tentunya Smartfren.

"Bayangkan pemain GSM tinggal empat dan CDMA sudah tidak ada, paling tinggal Smartfren saja yang masih CDMA, tapi setelah itu semua nantinya pakai LTE untuk data dengan teknologi netral. Apa yang sebelumnya diharapkan mulai jadi kenyataan. GSM tinggal empat dan pemain kecil bergabung," papar Dirjen.

Penyusutan jumlah operator juga terjadi di pemegang lisensi broadband wireless access (BWA). Budi memberi contoh antara First Media dan Internux, penyedia layanan Bolt 4G. "Di LTE, Internux dan First Media juga penggabungan usaha," pungkasnya.

(rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed