Kerja sama untuk pengembangan perpustakaan daerah melalui program PerpuSeru -- Perpustakaan Seru -- ini diresmikan oleh Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin dan Ketua Pelaksana CCFI Titie Sadarini di Kaffeine Foundry 8 SCBD, Jakarta, Jumat (12/9/2014).
PerpuSeru pertama kali diperkenalkan bulan Oktober 2011 sebagai bentuk kemitraan antara CCFI dan Bill & Melinda Gates foundation dalam program pengembangan perpustakaan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas staf perpustakaan dan penyediaan perangkat komputer dan internet bagi perpustakaan kabupaten/kota mitra CCFI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bentuk kerjasama Telkom dan CCFI tidak hanya tebatas pada bentuk penyediaan akses WiFi, namun juga dalam bentuk partnership berupa co-branding guna semakin menyemarakkan program PerpuSeru ini,β kata Awaluddin.
Ia menambahkan, pengembangan PerpuSeru ini akan disolusikan melalui program IndiSchool yang mencakup 3 hal, yakni Connectivity, Content dan Community.
Dari sisi Connectivity, PerpuSeru akan menggunakan jaringan fiber optik dengan bandwidth akses wi-fi hingga 10 MBps. Dalam hal Content, berbagai aplikasi dapat dimanfaatkan oleh pengguna PerpuSeru seperti Q-Baca maupun aplikasi-aplikasi lainnya. Sedangkan dari sisi Community tentunya adalah masyarakat pengguna langsung PerpuSeru.
Telkom telah menyediakan akses WiFi pada tujuh lokasi PerpuSeru di Sukabumi, Pamekasan, Sragen, Lubuk-linggau, Jepara, Tabalong dan Wonosobo, dari 34 lokasi pada fase pertama program yang ditetapkan CCFI.
Untuk selanjutnya, Telkom akan memenuhi seluruh titik pada fase pertama tersebut, dilanjutkan program PerpuSeru fase kedua yang akan mengembangkan kemitraannya hingga ke 70 perpustakaan desa dan 6 Taman bacaan masyarakat di 19 kabupaten/Kota di 12 provinsi.
"Tahun lalu, fokus utama kami adalah pada upaya pemberdayaan perpustakan daerah Kabupaten/Kota beserta seluruh jajarannya," kata Titie Sadarini, Ketua Pelaksana CCFI.
Memasuki fase kedua ini, CCFI ingin mengangkat betapa pentingnya peran kemitraan strategis, untuk mendapat dukungan baik dari pemerintah pusat dan daerah maupun pihak swasta dalam hal ini Telkom dalam pengembangan perpustakaan daerah/desa.
"Tujuan PerpuSeru adalah menjadikan perpustakaan menjadi lebih kuat, kreatif, dan mandiri dan tanpa didukung dengan kemitraan yang kuat, maka hal ini pasti akan sulit terwujud. Inilah mengapa kami menyambut baik atas dukungan penuh dari Telkom dalam pengembangan PerpuSeru," lanjut Titie.
Dalam pelaksanaannya, Program PerpuSeru akan terus dikembangkan hingga dapat merangkul sebanyak mungkin mitra perpustakaan. Ditargetkan hingga tahun 2019, perpustakaan mitra PerpuSeru dan Taman Bacaan Masyarakat dapat mencapai lebih dari 1000 perpustakaan mewakili seluruh provinsi di Indonesia.
(rou/ash)