Lembaga riset Ovum menyatakan Asia dan Oceania diprediksi sebagai kawasan yang akan memimpin pertumbuhan pasar M2M untuk periode 2015-2019 dimana akan ada sekitar 200 juta koneksi baru sepanjang masa tersebut.
Seperti detikINET kutip dari situsnya, Minggu (7/9/2014), M2M dinyatakan akan mampu memainkan pertumbuhan koneksi baru secara global selama lima tahun ke depan sekitar 62%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perangkat dan aplikasi manajemen menjadi fokus baru dalam M2M, selain kemampuan untuk mengumpulkan data dalam jumlah banyak akan bernilai cukup besar," pungkas analis senior Ovum, Jamie Moss.
(rou/rou)