Delima yang merupakan singkatan dari layanan delivery money ini merupakan jasa remitansi pengiriman uang yang diselenggarakan Telkom melalui anak usahanya Finnet Indonesia.
Bersama dengan Chandra Remittance Hong Kong pada 12 Juli 2014 lalu, Telkom telah meluncurkan Kartu Delima Hong Kong yang merupakan pengembangan layanan mobile Delima EDC untuk International Remittance di Hong Kong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise and Business Service Telkom, dengan adanya Kartu Delima Hong Kong ini maka setiap pelanggan remittance di Hongkong yang telah melakukan registrasi sebagai member akan diberi kartu member Delima Hong Kong.
Kartu member ini memuat semua data tentang pelanggan/pengirim di Hongkong dan daftar semua penerima di Indonesia yang didaftarkan oleh pihak pelanggan/pengirim.
Dengan kartu member ini juga pelanggan/pengirim dan petugas Chandra Remittance tidak perlu lagi menginputkan data pengirim dan penerima secara manual untuk setiap transaksi pengiriman uang.
Petugas Chandra Remittance cukup melakukan 'tapping' kartu member di mesin EDC maka semua data pelanggan/pengirim dan daftar penerima akan tampil di layar mesin EDC.
Kemudian, pelanggan/pengirim yang sudah menjadi member Kartu Delima Hongkong dalam program ini cukup memilih penerima yang diinginkan dan nilai uang yang akan dikirimkan.
"Dengan pengembangan ini maka pengiriman uang dapat dilakukan dengan sangat mudah dan cepat ke Indonesia," kata Awaluddin dalam perbincangannya dengan detikINET, Minggu (20/7/2014).
Menurutnya, selain memudahkan dan mempercepat proses pengiriman uang ke Indonesia, Telkom juga memberikan gimmick yang menarik bagi para member Kartu Delima Hongkong ini yaitu memberikan voucher senilai tertentu untuk setiap pembelian pulsa nomor Kartu As 2 in 1 Telin Hongkong.
"Bagi Telkom Group, dengan pengembangan ini maka pasar yang akan diambil menjadi lebih besar karena petugas outlet Chandra Remittance dapat secara aktif bergerak mendekati/mengunjungi lokasi masyarakat asal Indonesia berkumpul dan tidak hanya pasif menunggu di lokasi tertentu," pungkas Awaluddin.
(rou/ash)