Para operator dan ISP jelas membutuhkan kapasitas bandwidth yang makin besar agar mampu melayani pelanggan yang hobi akses konten internet dan download file dalam ukuran besar, baik itu lewat ponsel, tablet, laptop, maupun perangkat komunikasi lainnya.
Oleh sebab itu, operator dan ISP harus memikirkan bagaimana caranya agar tidak semua akses pelanggan harus melalui bandwidth internasional, apalagi jika konten yang dituju juga pernah diakses oleh banyak pelanggan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, saat pelanggan yang lain mengakses atau men-download konten yang sama, maka cukup dilayani oleh Cache System atau secara lokal, yang tentunya tidak perlu lagi lewat jalur link atau bandwidth internasional.
Hasilnya, selain trafiknya lebih efisien, para pelanggan juga akan merasakan akses yang lebih cepat. Efisiensi penghematan bandwidth yang dicapai antara 30%-40%, tergantung besarnya jumlah pelanggan dan trafik yang lewat.
Untuk mengulas lebih detail tentang solusi yang ditawarkan Multipolar Technology, detikINET berkesempatan untuk mewawancarai Yugi Edison, Division Head Account Management Telecommunication di sela IndoTelko Forum di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (18/3/2014). Simak perbincangan berikut ini.
detikINET: Berapa biaya yang dibutuhkan tiap operator atau internet service provider (ISP) untuk membangun Cache System, mulai dari Blue Coat CacheFlow (CF) server, F5 Load Balancer L7, dan Reporting Tools? Mungkin juga bisa dirinci berapa biaya untuk masing-masing solusi ini secara terpisah?
Yugi: Biaya yang dibutuhkan adalah lebih kecil dari biaya jika operator menyewa link. Misalkan, suatu operator menyewa link international dengan kapasitas 1 Gbps, maka biaya implementasi Cache System adalah sekitar 30%-40% dari biaya sewa link selama setahun. Biaya implementasi Cache System ini hanya perlu sekali investasi, sementara sewa link adalah biaya setiap tahun.
detikINET: Apakah Cache System itu bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan masing-masing klien. Misalnya operator atau ISP itu sudah memiliki system yang sejenis, namun ingin melengkapi systemnya supaya bisa menekan biaya untuk bandwidth internasional.
Yugi: Iya, memang harus disesuaikan dengan kebutuhan atau traffic patern masing-masing operator, bahkan bisa dikombinasikan dengan system yang mungkin di-provide oleh content provider international seperti Google, dengan CDN (Content Delivery Network) mereka yang bisa berfungsi untuk Cache secara terbatas. Karena cache system yang berbasis Bluecoat+F5 ini bisa diperuntukkan untuk konten-konten yang tidak disupport oleh CDN tersebut.
detikINET: Sesuai topik diskusi hari ini yang akan mengangkat tema tentang berbagi infrastruktur untuk menekan defisit neraca perdagangan, apakah Cache System ini juga menunjang penggunaan infrastruktur bersama?
Yugi: Karena konteksnya penghematan, dimana biaya international bandwith berkurang lebih banyak dibandingkan expense dari perangkat caching, maka akan berdampak positif terhadap neraca perdagangan, mengurangi impor.
Cache system biasanya masih dipakai di masing-masing operator, belum terlihat hubungan nyata dengan penggunaan infrastructure bersama. Untuk mendapatkan koneksi internasional yang bisa dibagi pakai (infrastructure bersama), maka perlu dilakukan melalui mekanisme Network Access Provider.
detikINET: Kemudian dari sisi bisnis, apakah solusi Cache System ini diyakini bisa mendongkrak bisnis Multipolar Technology?
Yugi: Perkembangan bisnis di sektor telekomunikasi masih akan terus berlanjut di tahun ini. Terutama di era multimedia ini, tentunya kebutuhan akses internet, data dan video juga terus terus bertumbuh pesat. Fokus pengembangan khususnya di akses nirkabel (wifi/wireless), serat optik/fiber optic, dan akses broadband (pita lebar) serta perangkat pendukung lainnya. Karena infrastruktur inilah yang merupakan point of access dari pelanggan, maka terus menjadi perhatian utama bagi operator telekomunikasi.
Solusi yang mampu menghemat biaya bandwith dan menjamin kestabilan internet saat diakses oleh banyak pengguna, tentu merupakan prioritas utama bagi para operator telekomunikasi. Untuk itu kami yakin bahwa solusi cache system ini akan dibutuhkan oleh mereka.
detikINET: Operator apa saja yang menjadi target perusahaan yang mengadopsi Cache System ini?
Yugi: Mengingat kebutuhan untuk menghemat biaya bandwith dengan tetap menjamin akses internet yang stabil, tentunya semua operator telekomunikasi menjadi target untuk mengadopsi Cache System ini.
detikINET: Secara keseluruhan saat ini seberapa besar kontribusi layanan solusi terhadap total pendapatan Multipolar Technology?
Yugi: Kontribusi layanan solusi Cache pada saat ini berperan sekitar 10% terhadap pendapatan Multipolar Technology.
detikINET: Sejalan dengan solusi ini, berapa besar kontribusinya terhadap pendapatan Multipolar Technology dari sektor telekomunikasi?
Yugi: Tahun lalu sektor telekomunikasi mengambil porsi sekitar 28% dari pendapatan Multipolar Technology. Nilai tersebut mencakup semua solusi telekomunikasi yang disediakan Multipolar Technology.
detikINET: Apa saja jenis layanan Multipolar Technology di sektor telekomunikasi? Bagaimana target-targetnya, apakah bisa melampaui kontribusi solusi sektor perbankan yang saat ini mencapai 65%?
Yugi: Untuk telekomunikasi, kami menyediakan perangkat keras, lunak, jasa implementasi dan maintenance untuk sektor telekomunikasi. Untuk growth-nya sendiri, baru sekitar 20% dan diharapkan terus bertumbuh setiap tahunnya.
detikINET: Berapa nilai investasi Multipolar Technology untuk mengembangkan bisnis solusi pada tahun 2014 ini?
Yugi: Dalam pengembangan bisnis solusi di tahun ini, investasi yang dilakukan Multipolar Technology salah satunya adalah dalam bentuk human capital yaitu training dan research yang menjadi satu dengan studi untuk solusi lainnya. Secara umum investasi human capital di Multipolar Technology adalah sekitar 4%-6% dari nett profit Multipolar Technology.
detikINET: Dengan estimasi penghematan bandwidth internasional 30% sampai 40% itu apakah bisa berdampak pada penurunan tarif internet retail? Kalau iya, berapa persen kira-kira turunnya?
Yugi: Terkait penurunan tarif internet retail, sepertinya ini lebih tepat jika ditanggapi oleh pihak operator telekomunikasinya. Karena pastinya, pihak operator memiliki perhitungan biaya yang harus ditanggung, baik oleh pelanggannya maupun oleh pihak operator sendiri.
(rou/ash)