Tak mau jaringannya jebol, operator seluler CDMA yang beroperasi di pita frekuensi 1.900 MHz ini telah menyiapkan rencana ekspansi jaringan, khususnya untuk menambal sinyal bolong di sejumlah area yang padat trafik.
Menurut Merza Fachys, Direktur Smartfren, pihaknya berencana menambah infrastruktur base station di 2.000 titik dengan alokasi anggaran pembangunan hampir USD 100 juta. Penambahan kapasitas ini juga diperkuat dengan transmisi kabel optik untuk koneksi bandwidth internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan jaringan ini juga untuk mengantisipasi ledakan trafik data yang diperkirakan akan semakin menggila seiring gencarnya pemasaran produk bundling smartphone dan tablet Android yang dikemasnya dalam brand Andromax.
Seperti diketahui, dari bundling Andromax saja Smartfren membukukan 1,2 juta pelanggan tahun lalu. Di 2014 ini, targetnya akan digenjot hingga tiga-empat kali lipatnya. Bisa dipastikan, layanan data yang disediakan Smartfren akan mengalami lonjakan trafik pesat.
(rou/ash)