Telkom bersama seluruh anak usahanya mulai merapatkan barisan dan menyiapkan tiga strategi bisnis. Langkah strategis ini untuk mengarungi bisnis telekomunikasi yang mulai jenuh di tengah bergejolaknya kondisi makro ekonomi di tahun kuda.
"Kami berhasil mengalami pertumbuhan yang positif selama 2013 dan memimpin industri. Angka-angkanya sedang dihitung, tetapi dalam perkiraan, kita kembali memimpin pertumbuhan industri seperti 2012 lalu," papar Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo di Jakarta, Jumat (10/1/2014).
Ia memaparkan, strategi yang disiapkan untuk terus tumbuh selama 2014 adalah menjalankan tiga fokus utama yakni menjaga pertumbuhan Telkomsel, mengembangkan Indonesia Digital Network (IDN), dan Internasional Expansion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Lebih lanjut dijelaskan, salah satu strategi untuk menjaga Telkomsel tetap kompetitif adalah meningkatkan kontribusi layanan data yang masih sekitar 15%-20% tahun ini menjadi lebih dari 50% pada 2018 mendatang.
"Per kuartal ketiga 2013 lalu, Telkomsel itu tumbuh double digit, lebih dari 10% di EBITDA dan net income. Ini kalkulasi kasar saja, kalau triwulan ketiga seperti itu, target-target Telkomsel di tahun 2013 rasanya tercapai," katanya.
Dalam kesempatan berbeda, Direktur Utama Telkomsel Alex Janangkih Sinaga mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya dalam kondisi prima menghadapi tantangan 2014 meski kondisi makro ekonomi masih kurang menentu.
"Depresiasi rupiah yang terus berlanjut menjadi tantangan bagi semua operator. Pasalnya, pendapatan dalam rupiah sementara belanja modal itu pakai dollar AS. Untung kami memiliki fundamental keuangan dan organisasi yang solid," tegasnya.
Β
Menurutnya, target Telkomsel untuk kinerja sepanjang 2013 sepertinya tercapai walau laporan keuangan masih disusun.
"Nanti diinformasikan resminya. Tetapi saya kasih sinyal, pelanggan Telkomsel itu tutup tahun 2013 sebanyak 131,5 juta nomor. Ini semua berkat kerja keras semua pihak, dari direksi hingga karyawan bekerja secara solid, speed, dan smart," katanya.
Seperti diketahui, Telkom pada 2013 memasang target untuk membukukan pendapatan sebesar Rp 80 triliun, sementara Telkomsel berkisar Rp 60 triliun. Pada 2012 lalu, Telkom Grup mencatat kinerja positif di bawah kepemimpinan Arief Yahya.
Imbasnya, Telkom kembali menjadi penguasa pertumbuhan industri yang berujung naiknya 20% harga saham sejak Desember 2012 hingga Desember 2013. Kondisi ini berbanding terbalik dengan dua operator telekomunikasi terbesar lainnya. Di periode yang sama, XL Axiata turun 6%, sementara Indosat merosot 35%.
(rou/ash)