Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hewan Tertua di Bumi Ditemukan, Usianya Hampir 900 Juta Tahun

Hewan Tertua di Bumi Ditemukan, Usianya Hampir 900 Juta Tahun


Rachmatunnisa - detikInet

Hewan tertua di Bumi
Foto: Hook Peninsula
Jakarta -

Ilmuwan menemukan struktur mikroskopis yang diduga sebagai jejak hewan tertua di Bumi, bahkan usianya mencapai hampir 900 juta tahun. Penemuan mengejutkan ini datang dari wilayah pegunungan terpencil di Kanada.

Jika temuan ini dikonfirmasi, maka sejarah kemunculan hewan di Bumi bisa mundur ratusan juta tahun lebih awal dari yang selama ini diyakini. Penelitian ini dilakukan di wilayah Northwest Territories, Kanada, oleh tim yang dipimpin geolog Elizabeth Turner.

Lokasi penelitian berada di daerah pegunungan terpencil yang dulunya merupakan lingkungan laut purba, sehingga memungkinkan fosil mikro terawetkan dengan baik. Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa struktur kecil yang ditemukan di dalam batuan sangat kuno ini bisa menjadi bukti awal kehidupan hewan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Struktur kecil yang ditemukan di batuan kuno Kanada mungkin merupakan jejak tertua kehidupan hewan yang pernah diidentifikasi," tulis laporan tersebut.

Mirip Spons, Hewan Paling Sederhana

Saat batuan dianalisis lebih dalam, ilmuwan menemukan jaringan filamen organik kompleks. Struktur ini sangat mirip dengan kerangka internal spons modern, salah satu bentuk hewan paling sederhana di Bumi.

ADVERTISEMENT

Penjelasan ini diperkuat oleh Joachim Reitner, yang terlibat dalam penelitian tersebut. Ia menyebut bahwa jaringan seperti ini khas milik spons dan tidak ditemukan pada organisme lain.

"Jenis jaringan filamen ini khas spons dan tidak terlihat pada organisme lain," jelas Reitner seperti dikutip dari The Daily Galaxy.

Jika benar merupakan fosil hewan, maka penemuan ini akan mengisi kesenjangan besar dalam catatan fosil. Selama ini, fosil hewan tertua yang diakui berasal dari periode Kambrium sekitar 540 juta tahun lalu.

Artinya, ada selisih sekitar 350 juta tahun yang belum memiliki bukti fosil jelas. Temuan ini bisa menjembatani celah tersebut dan sejalan dengan studi genetika yang memperkirakan hewan sudah muncul hampir 1 miliar tahun lalu.

"Temuan ini bisa mengisi kesenjangan sekitar 350 juta tahun dalam catatan fosil," demikian dijelaskan dalam laporan studi.

Meski menjanjikan, penemuan ini masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Beberapa pihak menilai struktur tersebut belum tentu berasal dari hewan, dan bisa saja terbentuk oleh proses geologi atau mikroba lain. Namun, jika terbukti benar, maka ini akan menjadi salah satu penemuan paling penting dalam sejarah biologi evolusi.




(rns/rns)




Hide Ads