"Kami memenangkan tender pengelolaan international network Myanmar via Mumbai, India, pada 17 Juli lalu. Telkom mengalahkan 56 operator di dunia, nilai tendernya tak bisa diungkap angka persisnya," ungkap Direktur Utama Telkom Arief Yahya, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/7/2013).
Dikatakannya, kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah Myanmar merupakan hasil kerja keras jajaran Telkom di Myanmar. "Dan ini akan menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Telkom dapat disejajarkan dengan operator internasional lainnya," kata Arief.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui kepercayaan ini, kami membuktikan keseriusan Telkom untuk menggarap bisnis di Myanmar. Bahkan saat ini Telkom telah membuka representative office di sana," jelas Arief.
Layanan yang disediakan oleh Telkom di Myanmar nantinya berupa IP transit yang menjadi interkoneksi trafik ke global internet (bandwidth internet internasional) dengan fitur full route BGP Internet dan menggunakan blok IP dan nomor Autonomous System (AS) milik pelanggan.
Telkom Internasional (Telin), anak usaha Telkom, memiliki beberapa kabel laut dengan menjadi bagian dari konsorsium internasional seperti Asia-America Gateway (AAG) yang memiliki panjang 20 ribu KM menghubungkan Asia Tenggara ke Amerika Serikat.
Berikutnya, Thailand-Indonesia-Singapura yang menghubungkan Songkhla (Thailand), Batam (Indonesia) and Changi (Singapura). Terakhir, Southeast Asia-Japan Cable System (SJC) yang menghubungkan Brunei, China/Hong Kong, Taiwan, Singapura, Indonesia, Jepang, Philipina dan Amerika Serikat.
Sebelumnya, usai gagal di tender seluler, Operation Vice President of Public Relation Telkom Arif Prabowo mengungkapkan, Telkom tengah mempelajari kebutuhan pasar teknologi informasi di Myanmar bersama mitra lokalnya, Myanmar Telecom (MTN).
Menurutnya, mempelajari pasar TI Myanamar sesuatu yang harus dilakukan sebelum bergerak menawarkan aplikasi dan solusi ke pasar. Rencananya Telkom akan memprioritaskan segmen korporasi skala besar terlebih dahulu, setelah itu berlanjut ke segmen UKM dan ritel. Tak hanya itu, Telkom juga akan menawarkan layanan penyewaan satelit Telkom I dan II bagi korporasi di Myanmar.
Telkom sendiri gagal di tender seluler Myanmar karena tak lolos persyaratan sebagai short list bidder. Telkom tersandung di persyaratan harus memiliki pengalaman pernah bermain dua tahun di pasar luar negeri dan mengelola satu juta pelanggan.
(rou/rou)