Direktur Network Telkomsel Abdus Somad Arief mengatakan pihaknya telah genap membangun dan mengoperasikan 7.500 base transceiver station (BTS) dari target 15.000 site tahun ini.
"Per hari ini total BTS kami sudah 62 ribu site yang terdiri 21 ribu 3G dan 41 ribu 2G. Untuk 3G meningkat 80%, sejalan data yang makin tumbuh," kata ASA, panggilan akrabnya, di Solo, Jumat (28/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan 62 ribu BTS dan melayani 125 juta pelanggan, sudah pasti kami paling banyak di Indonesia. Hampir dua kali lipat dari nomor dua, baik itu 'si biru' maupun 'si kuning' (XL dan Indosat)," kata Alex Janangkih Sinaga, Direktur Utama Telkomsel.
Menurut Nurdianto, Head of Radio Network Access Quality Jawa-Bali Telkomsel, dengan pembangunan masif ini, artinya Telkomsel telah melayani 250 kota dengan teknologi mobile broadband 3G HSPA+ yang mampu menyalurkan akses data maksimal 14,7 Mbps hingga 42 Mbps.
"Seiring pembangunan jaringan, Agustus nanti broadband city kami akan jadi 270 kota dan di akhir tahun jadi 300 kota dengan kapasitas per user concurrent minimal 256 kbps," tukasnya.
Seiring dengan pembangunan BTS di seluruh wilayah Indonesia, sebagai bentuk kepedulian Telkomsel terhadap masyarakat khususnya di sekitar infrastruktur perusahaan, Telkomsel juga melakukan program community development.
Salah satu yang telah dilaksanakan adalah bantuan pendidikan berupa fasilitas belajar mengajar dan hal lain sesuai kebutuhan spesifik di setiap daerah.
Dalam kesempatan uji jaringan kali ini bersamaan dengan diresmikannya on-air BTS ke-7.500 di paruh 2013, Telkomsel juga menyampaikan bantuan pendidikan bagi sekolah dasar di sekitar BTS di Jawa Tengah.
Donasi sebesar Rp 50 juta ini diserahkan secara simbolis oleh Dirut Telkomsel kepada Kepala Sekolah SDN 1 Penggung, Boyolali yang berada di sekitar BTS Penggung 3, Boyolali, Jawa Tengah.
(rou/ash)