XL Axiata perlahan mulai terbuka tentang rencananya mengakuisisi Axis Telekom Indonesia. Apa kata President Director & CEO XL Axiata, Hasnul Suhaimi?
Saat ditemui usai acara IndoTelko Forum di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/6/2013), ia memang tak banyak berkomentar soal rencana akuisisi XL terhadap Axis, meskipun pihaknya telah melaporkannya kepada Kementerian Kominfo.
"Sejauh ini kami baru berkonsultasi umum saja dengan Kementerian Kominfo. Tapi kami masih belum jelas, karena belum ada yang mantap," ujar Hasnul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hanya berkonsultasi secara umum saja. Kemungkinan-kemungkinan seperti itu kan ada, seandainya ini terjadi bagaimana, kan kita ingin tahu. Itu semua ada perhitungan masalah operasional dan keuangan. Tapi ini kan baru seandainya," terang Hasnul.
Rencana merger akuisisi yang akan dilakukan XL terhadap Axis juga dikonfirmasi oleh Muhammad Budi Setiawan, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika Kementerian Kominfo.
"Sudah lapor dari sebulan yang lalu, judulnya merger dan akuisisi," ungkapnya di sela kesempatan yang sama.
Menurutnya, Kominfo tidak akan menghalangi niatan XL untuk mengambil alih Axis. Karena menurut Budi, Kominfo hanya mengurusi bidang teknologi dan frekuensi radio saja. Sedangkan urusan persaingan usaha dan penanaman modal diurus oleh KPPU dan BKPM.
Seperti diketahui, 80,1% saham Axis dimiliki oleh Saudi Telecom Company (STC), 14,9% dimiliki oleh Maxis Communication Berhad dari Malaysia, dan sisanya 5% milik Hamersha Investindo (PTHI). Sementara saham XL mayoritas dikuasai oleh Axiata dari Malaysia.
XL sendiri saat ini menguasai frekuensi seluler di rentang spektrum 900 MHz, 1.800 MHz, dan 2.100 MHz, baik untuk 2G maupun 3G. Sedangkan Axis memiliki dua kanal frekuensi di rentang spektrum 1800 MHz dan 2100 MHz.
Dari sisi jumlah pelanggan, XL memiliki sekitar 45 juta dan Axis 17 juta. Sehingga jika digabungkan, keduanya total memiliki 62 juta pelanggan dengan lebar spektrum yang lumayan besar, meski masih di bawah Telkomsel yang sudah memiliki 125 juta pelanggan lebih.
(rou/ash)