Ke depannya, Telkomsel memang sudah punya rencana untuk semakin gencar menambah BTS di kawasan Indonesia Timur. Pengalaman beberapa tahun sebelumnya, operator selular menjadi sasaran Pemda yang menilai pembangunan tower tidak mengindahkan estetika kota.
"Pembangunan BTS di 2013, kita me-reject implementasi BTS yang tidak membantu Pemda untuk keberadaan tower," kata Head Of ICT Network Management Pamasuka Group, Andrias Indra, kepada wartawan dalam Media Gathering Area Pamasuka di Bangli, Bali, baru-baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cell plan, kita terapkan implementasi tower bersama. Juga kita akan letakkan di bangunan-bangunan bertingkat dengan BTS yang lebih minimalis," ujar Andrias.
"Semakin banyak jumlah pelanggan di kawasan tertentu, BTS ditambah dengan BTS yang pendek dan miminalis. Itu sudah kita terapkan antara lain di Jakarta dan Makassar," tambahnya.
Dalam kesempatan itu terungkap bahwa Pemerintah Kota Manado di Sulawesi Utara, menyatakan ketegasannya tidak menginginkan banyak pendirian tower telekomunikasi operator selular, sebagai bentuk upaya penataan kota. Pemda mengingatkan hal itu kepada seluruh operator selular yang beroperasi di Manado.
Dalam 11 bulan terakhir hingga minggu awal Desember lalu, Telkomsel telah membangun 11.000 BTS baru atau sekitar 1.000 BTS per bulan, dengan komposisi 50% di antaranya adalah BTS 3G. Tahun depan, rencananya akan menambah lagi 12.000 BTS, dimana 70 persen di antaranya adalah BTS 3G.
Total sejak beroperasi tahun 1995 lalu, Telkomsel telah membangun 54.000 BTS di seluruh Indonesia dengan 15.000 di antaranya adalah BTS 3G yang melayani 54 juta pengguna data broadband dari total 122 juta pelanggan.
Di area Pamasuka regional Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya (Sumalirja), Telkomsel menargetkan pembangunan BTS hingga akhir 2012 sebanyak 1.100 BTS 2G dan 700 BTS 3G. Sedangkan di regional Kalimantan target serupa sebanyak 700 BTS 3G dan 400 BTS 2G.
(ash/ash)