Dikatakan Menkominfo Tifatul Sembiring, setidaknya ada 5 operator yang mempunyai hak untuk mengikuti lelang ini, yakni Telkomsel, Indosat, XL, Axis dan 3 (Tri). Karena memang kelimanya yang menggelar layanan tersebut.
"Nah soal kriteria kontesnya, ini tergantung dari mana atau siapa yang paling membutuhkan sisa kanal tersebut," kata politisi asal PKS, yang ditemui usai membuka Seminar National Broadband Economy di Hotel Borobudur, Selasa (11/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau jumlah pelanggannya banyak tapi jalur jaringannya sedikit, kan jadinya lambat. Maka dari itu pelanggan yang banyak juga menjadi kriteria tambahan," katanya.
Sebelumnya, Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo M Budi Setiawan mengatakan bahwa lelang dua blok 3G yang tersisa di frekuensi 2,1 GHz dipastikan akan digelar mulai 14 Desember 2012 ini, dan pengumuman pemenangnya akan dilakukan pada Maret 2013.
"Pertengahan bulan ini sudah bisa dibuka seleksinya. Kemudian awal tahun masukin berkas penyerahan dokumen peserta lelang dan Maret prosesnya selesai, pemenang tender dua blok itu sudah ada," kata Budi.
Namun tambahan frekuensi yang tersedia di blok 11 dan 12 itu baru bisa digunakan setelah dikocok ulang dalam penataan frekuensi. "Kocok ulang itu nanti diatur secara B2B (business to business). Perintahnya sudah ada di Peraturan Menteri, jadi kalau ada intervensi ya kita akan pakai PM itu," katanya.
Budi juga menegaskan, harga reserved price untuk masing-masing blok kanal akan berkisar Rp 500 miliar atau sekitar Rp 1 triliun jika memborong dua sekaligus.
Harga ini lebih besar dibandingkan lelang pertama pada 2006 lalu karena waktunya sudah berbeda. Saat ini telah beberapa kali terjadi inflasi BI rate dan ada beberapa faktor yang menyebabkan harga meningkat.
"Harganya tidak bisa turun dari 2006, bisa ditangkap KPK kalau kita turunkan. Kecuali memang bisa dibuktikan kalau memang bisa turun. Lagipula tidak ada yang mengeluh, semua operator siap dengan harga itu," pungkasnya.
(tyo/ash)