HBO akhirnya merilis trailer perdana serial adaptasi ulang Harry Potter yang telah lama dinanti. Cuplikan singkat yang meluncur pada Rabu (25/3/2026) dini hari WIB itu langsung memicu perbincangan luas di media sosial. Sorotan utama tertuju pada penampilan baru karakter Professor Severus Snape yang kini diperankan Paapa Essiedu.
Dalam trailer tersebut, dunia sihir Hogwarts ditampilkan dengan nuansa yang lebih segar dan sinematik. Sejumlah wajah baru turut diperkenalkan, seperti Dominic McLaughlin sebagai Harry Potter, Alastair Stout sebagai Ron Weasley, dan Arabella Stanton sebagai Hermione Granger.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serial ini dijadwalkan tayang perdana pada Natal 2026 di HBO dan Max, menjanjikan adaptasi yang lebih setia pada buku karya J.K. Rowling. Namun alih-alih hanya menuai pujian, trailer ini justru memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar.
PenampilanEssiedu sebagaiSnape-lengkap dengan jubah hitam dan ekspresi dingin khas-langsung menjadi bahan diskusi panas di platform seperti X,Instagram, hinggaTikTok. Banyak pengguna memuji pilihan casting ini sebagai langkah segar dan berani, sementara sebagian lain mengecamnya karena dianggap tidak sesuai dengan deskripsi karakter dalam buku.
Kontroversi Casting Snape
Paapa Essiedu, yang dikenal lewat perannya dalam serial I May Destroy You, sebenarnya sudah diumumkan sebagai Snape sejak April 2025. Sejak saat itu, ia mengaku menerima racist abuse dan bahkan death threats di media sosial.
Dalam wawancara dengan The Times,Essiedu mengungkapkan pesan-pesan kebencian seperti "Quit or I'll murder you" yang membuatnya khawatir. "Saya harap saya akan baik-baik saja, tapi tidak ada yang seharusnya mengalami ini hanya karena melakukan pekerjaan mereka," ujar Essiedu.
Ia menambahkan bahwa meski yakin ancaman itu tidak akan terealisasi, dampak psikologisnya nyata.
Kontroversi ini sebagian besar berakar pada race-bending atau perubahan etnis karakter. Di buku asli, Snape digambarkan berkulit pucat dengan rambut hitam berminyak, sementara Alan Rickman (yang meninggal tahun 2016) membawakan peran itu dengan sangat memukau di delapan film Warner Bros.
Beberapa fans berpendapat casting Essiedu menyimpang dari "visi asli" dan merusak imersi, bahkan ada yang menyebutnya sebagai "woke agenda" yang memaksa diversity.
Di sisi lain, banyak yang membela bahwa buku tidak secara eksplisit menyebut ras Snape sebagai putih, dan aktor mana pun berhak memerankan karakter kompleks seperti ini selama aktingnya kuat.
Di X, tren diskusi meledak. Satu postingan first look Snape dari Essiedu diklaim mendapat jutaan views dalam hitungan jam, dengan komentar yang terbagi: ada yang bilang "trailer looks awesome, jangan judge dari satu detik saja."
Sementara yang lain mengeluh "HBO killed the show in the womb" karena Snape. Beberapa pengguna menyesalkan level rasisme yang muncul, dengan pertanyaan: "Wizarding world seharusnya magical, kenapa fans-nya malah begini?"
Pro Kontra di Medsos
Berikut rangkuman pro kontra warganet di media sosial:
Pro
"Paapa Essiedu telah membuktikan bahwa dia adalah aktor hebat, dan saya percaya dia akan menjadi Snape yang hebat dan mampu menghidupkan karakter tersebut," ujar @_CinemaHub_.
"Aku pernah melihat Paapa memainkan Hamlet. Dia aktor yang sangat bagus . Jadi aku yakin dia akan menjadi Snape yang bagus - tapi tetap saja... seperti yang kau katakan, tidak ada yang seperti Rickman," kata @uppityhobbit.
"Ya ampun! Sebagai penggemar serial filmnya, aku SANGAT menyukai suasana dan nuansa trailer serial TV #HarryPotter yang baru. Dan aku SUKA rambut gimbal Snape yang diperankan Paapa Essiedu ! Pilihan itu sangat cocok untuk kepala Asrama yang hewan totemnya adalah ular," kata @hutjaboson.
"Justru karena alasan itulah Paapa dipilih sebagai Snape . Alih-alih aktor yang mungkin mirip dengan Snape dalam buku , pada akhirnya akan terjebak dalam bayang-bayang Alan Rickman, Paapa akan memberikan sudut pandang baru pada karakter Snape dan membawa sesuatu yang berbeda, dan saya menyukainya," tutur @DylanRa77930505.
Penampilan Paapa Essiedu sebagai Severus Snape di Serial Harry Potter Foto: Warner Bros |
Kontra
"Kesalahan pemilihan pemeran Snape dalam Harry Potter ini adalah contoh bagus bagaimana perubahan ras dapat mengubah keseluruhan cerita. Jika Snape berkulit hitam, meskipun buku-buku menyebutkan dia berkulit putih, maka Harry akan curiga bahwa satu-satunya guru berkulit hitam di Hogwarts adalah pencuri dan ayahnya pernah menindas seorang anak berkulit hitam dengan menggantungnya," ujar @robbystarbuck.
"Maaf, tapi ini benar-benar konyol. Mengubah ras Snape dan sebagian besar siswa, termasuk Hermione, benar-benar menghancurkan pengalaman menonton serial Harry Potter HBO. Snape digambarkan sebagai pria kurus, berambut berminyak, dengan wajah pucat dan mencibir. Mengubah cerita menjadi tentang rasisme menghancurkan tema-tema internalnya, dan merusak cerita. Serial ini sudah berakhir bagi saya sejak saat mereka memilih tokenisme daripada tetap setia pada buku-bukunya," papar @SeverusChud.
"Mari kita perjelas. Ada banyak masalah dengan serial Harry Potter HBO ini. Detail tambahan yang tidak perlu, perubahan ras karakter minor yang tidak penting yang, seperti banyak penggemar Harry Potter lainnya, bisa saya abaikan. Tapi Snape berkulit hitam adalah penghinaan yang sangat menyakitkan sehingga benar-benar membuat saya tidak bisa menontonnya," ujar @derekbwriting.
"Snape adalah seorang pria kulit putih yang diintimidasi saat kecil, dan putra si pengintimidasi datang ke sekolah dan langsung membencinya, dan selama 6 tahun menganggapnya jahat tanpa bukti. Sekarang, Anda mengubah semua itu menjadi Harry dan ayahnya yang rasis," ungkap @ShinyFrontz
Saksikan Live DetikPagi :
(afr/afr)


