Kendati sudah mendengarnya, Tifatul mengaku belum mengetahui apakah surat tersebut sudah diterima oleh SBY atau belum. Termasuk tindakan yang akan diambil oleh pemerintah.
"Kalau suratnya saya sudah mendengar. Namun, kalau sudah menerima atau belum jangan tanya saya, tanyakan saja ke Setneg," kata Tifatul, usai membuka Seminar Nasional Broadband Economy, di Hotel Borobudur, Selasa (11/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Qatar (Qatar Telecom-red) itu bukan operator biasa, dia operator besar dunia. Tentu saja mereka (pemerintahnya-red.) ingin melindungi asetnya. Intinya, jangan sampai investasi ini terganggu lah," katanya.
Sebelumnya, Presiden Direktur & CEO Indosat Alexander Rusli mengatakan pemerintah Qatar telah mengirimkan surat ke pemerintah RI terkait kasus IM2. Dia menjelaskan Qatar memberikan perhatian terhadap kasus itu, karena Qtel yang merupakan pemegang saham di Indosat adalah perusahaan besar di negaranya.
"Ada surat resmi dari pemerintah Qatar ke pemerintah RI terkait kasus IM2. Saya tidak tahu isi suratnya, karena itu lebih ke G to G (Goverment to Goverment," tandas Alex.
(tyo/ash)