Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Smarftren Incar Rp 10,5 Miliar dari Bisnis Game

Smarftren Incar Rp 10,5 Miliar dari Bisnis Game


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Ilustrasi (inet)
Jakarta - Dari empat layanan value added services (VAS) yang digadang-gadang Smartfren, ada satu layanan yang bisa dibilang sudah menjadi lumbung pendapatan operator seluler berbasis CDMA tersebut. Layanan VAS ini adalah Smartfren Games Credits.

Games Credits adalah buah dari kerja sama antara Smartfren dengan sejumlah publisher game online di Indonesia yang mulai digelar sejak akhir 2011 lalu. Sejauh ini sudah ada 22 game online yang digandeng.

"Jumlahnya akan terus kami tingkatkan lagi menjadi 30 game online," kata Herman Suharto, Division Head M-Commerce Business Development Smartfren di Kafe Pisa, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Β 
Dari kerja sama ini, penggila game online cukup menggunakan voucher pulsa Smartfren untuk permainan game online. Sementara dari sisi publisher game, kerja sama ini juga cukup menguntungkan karena mereka tak perlu repot-repot memproduksi voucher game mereka sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejauh ini sudah lebih dari 15 ribu unique gamer yang setiap bulannya menghabiskan voucher Rp 11 ribu. Kami dapat bagian 20% dari kerja sama ini dengan para publisher game," kata Herman.

Dengan akan ditambahnya kerja sama dengan publisher game, Smartfren sendiri sudah punya hitungan yang menguntungkan mereka.

"Dari total pendapatan bisnis game ini yang setahunnya bisa Rp 35 miliar, kami yang sudah menggandeng 30% publishernya optimistis setidaknya bisa mendapatkan revenue 30% dari Rp 35 miliar itu (atau sekitar Rp 10,5 miliar)," ujar Herman.

Meski revenue dari Games Credits cukup besar bagi Smartfren, namun dari sisi kontribusi terhadap total pendapatan perusahaan nilainya diakui masih kecil jika dikombinasikan dengan layanan VAS lainnya yang total cuma 1% kontribusinya.

Pendapatan per pelanggan (ARPU) game yang sebesar Rp 11 ribu memang lebih besar dari ARPU voice dan SMS yang rata-rata Rp 10 ribu per bulan. Namun masih lebih kecil dibanding ARPU data yang berkisar Rp 30 ribuan per bulan dari 8 juta pelanggan.

(rou/ash)




Hide Ads