Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Smartfren Bantah Isu Pengurangan Pegawai

Smartfren Bantah Isu Pengurangan Pegawai


- detikInet

Jakarta - Smartfren diterpa kabar kurang menyenangkan. Operator seluler CDMA itu dikabarkan tengah dilanda gonjang-ganjing internal lantaran memaksa karyawannya untuk mengubah status menjadi outsourcing demi pengurangan pegawai. Namun kabar itu dibantah keras oleh pihak manajemen.

"Tidak benar itu. Isu itu bohong. Bagaimana bisa kami mengurangi pegawai padahal kami sedang gencar-gencarnya ekspansi. Itu bohong," tegas Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Commercial Smartfren, saat dikonfirmasi detikINET di FX Lifestyle Center, Jakarta, Selasa (30/10/2012).

Menurut kabar yang diterima, banyak karyawan Smartfren saat ini tengah gundah lantaran takut kehilangan status mereka yang saat ini sudah menjadi karyawan tetap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi para karyawan tetap ditawarkan oleh manajemen untuk menjadi outsourcing. Bagi yang menolak ya silakan meninggalkan perusahaan," ujar salah seorang pegawai Smartfren yang tak mau disebut namanya.

Sumber orang dalam di Smartfren tersebut pantas ketar-ketir. Sebab, penawaran kompensasi untuk menjadi karyawan outsourcing dari manajemen dianggap jauh dari harapan.

"Memang, kompensasi yang nantinya bakal diterima itu berbeda, tergantung negosiasi. Tapi sangat jauh perbedaannya. Ibaratnya saat menjadi karyawan tetap mendapat 10, setelah outsourcing cuma dapat satu," keluh sang sumber.

Kebijakan yang dianggap sebagai outsourcing paksa itu dilaporkan sudah mulai berjalan. Dimana karyawan yang telah terkena imbasnya berasal dari bagian back office, seperti administrasi.

"Jadi sekarang statusnya tinggal menunggu giliran dipanggil. Sebab mereka bertahap, dan dipanggil (untuk tawaran outsourcing) satu per satu, untuk meredam gejolak. Reaksinya banyak yang menolak, tapi mau bagaimana lagi, pasrah saja," imbuhnya dengan nada lirih.

"Susah untuk melawan karena tidak ada serikat pekerja. Tapi yang pasti, bagi yang merasa sulit untuk mendapat pekerjaan lain akan pasrah menerimanya, jika menolak dianggap mengundurkan diri," pungkasnya

Djoko Tata sendiri membantah semua kabar itu. Menurutnya, tak ada kebijakan pengurangan pegawai besar-besaran seperti yang dikeluhkan. "Kami justru inginnya menambah karyawan. Sekarang karyawan kami ada 4000-an," pungkasnya.

Smartfren sendiri saat ini telah memiliki hampir 10 juta pelanggan. Tahun depan, operator seluler CDMA yang beroperasi di frekuensi 800 MHz dan 1900 MHz itu menargetkan penambahan jumlah pelanggan baru sebanyak 10 juta lagi dengan sejumlah ekspansi.

(rou/ash)







Hide Ads