Menurut Head of Customer Team Indosat dari NSN, Harald Preiss, modernisasi jaringan di 900 MHz ini akan menghasilkan kapasitas yang lebih besar dibandingkan penggunaan 3G di 2,1 GHz karena frekuensinya yang lebih rendah.
"Semakin rendah frekuensi, semakin bagus sinyalnya. Apalagi Indosat punya 10 MHz. Di Indonesia saat ini, handset 3G yang sudah support 900 MHz sekitar 20% dari total penetrasi yang sudah 100%. Mungkin jumlahnya 50 jutaan," papar Harald, saat ditemui di kantor NSN, Menara Mulia, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Layanan Super 3G Indosat di Padang telah dimulai sejak dua pekan lalu. Dengan Indosat, kami juga akan melakukan modernisasi BTS di kota-kota besar, dan selanjutnya akan menangani semua area yang bisa dijangkau jaringan," kata Harald.
Selain menyediakan solusi single radio access network, NSN juga akan mengupgrade sistem pengelolaan jaringan NetAct untuk pengawasan, pengelolaan, dan mengoptimalkan GSM dan jaringan 3G Indosat.
"Dalam kontrak, kami juga punya opsi untuk mengupgrade jaringan Indosat di 900 MHz untuk 4G LTE. Tapi itu semua tergantung Indosat dan tergantung regulasi yang dikeluarkan pemerintah nantinya," kata pria Jerman yang telah lima tahun tinggal di Indonesia ini.
Kerja sama antara NSN dan Indosat dalam pengembangan jaringan mobile broadband, diakui Harald, sangat mempengaruhi pertumbuhan bisnis perusahaan asal Finlandia itu meski NSN juga memiliki kontrak dengan perusahaan telekomunikasi lainnya di Indonesia.
"Indosat salah satu penghasil revenue yang terbesar bagi kami. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga secara global. Indonesia juga merupakan salah satu kontributor terbesar kami di Asia Pasifik selain Jepang dan Korea," pungkas Harald
(rou/ash)