Dijelaskan Tommy Watimena, Senior Vice President Branding & Communication XL, jumlah pelanggan di kuartal pertama 2012 mencapai 46,5 juta. Namun memasuki kuartal kedua tahun ini, jumlahnya malah menyusut.
"Iya, berkurang sekitar satu juta pelanggan. Tapi pendapatan kita justru naik, sekitar dobel digit," klaimnya tanpa membeberkan secara rinci, di Menara Prima, Jakarta, Senin (8/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan juga terjadi dalam hal pengguna pelanggan yang benar-benar aktif, yang saat ini sudah mencapai 39 juta pelanggan," tandasnya.
Hal yang paling berkesan tentu saja, penggunaan data yang semakin meningkat. Hal ini tak terlepas dari peran penetrasi smartphone yang menyasar hingga ke segmen bawah.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi memaparkan, selama 16 tahun beroperasi, XL telah menginvestasikan tidak kurang dari Rp 50 triliun. Sebagian besar diperuntukkan untuk membangun infrastruktur.
"Hingga saat ini total BTS XL mencapai 33.737 BTS, dengan 8.788 di antaranya merupakan BTS 3G. Kami berharap akan ada 11 ribu BTS baru lagi yang dipasangkan," jelasnya.
Hasnul juga menambahkan, untuk jangkauan layanan, XL saat ini telah mencapai lebih dari 90% populasi nasional, termasuk meliputi wilayah perbatasan dengan negara lain, di antaranya Sabang, Natuna, Simeulue, Entikong, Nunukan, Pulau Sebatik, Biak, dan Merauke.
XL juga selalu memberikan kontribusi bagi negara melalui pembayaran pajak, BHP (Biaya Hak Penyelenggaraan), dan kegiatan USO (universal service obligation). Di tahun 2011, XL telah memberikan kontribusi sebesar Rp 1,5 triliun untuk BHP dan USO. Di tahun yang sama pula, XL juga memberikan kontribusi kepada negara berupa pajak penghasilan sebesar Rp 1,2 triliun.
(tyo/rou)