Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto saat berbincang-bincang dengan detikINET, Rabu (3/10/2012) petang.
Seperti diketahui, dari lima operator 3G yang berminat mengikuti seleksi beauty contest, Telkomsel adalah yang paling ngotot ingin mendapatkan blok kanal tambahan. Tak hanya satu, tapi anak usaha Telkom dan SingTel ini ingin dapat dua blok sekaligus.
Namun sayangnya, Telkomsel yang sedang dikasuskan oleh PT Prima Jaya Informatika dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat karena dinilai tak mampu membayar hutang Rp 5,3 miliar yang telah jatuh tempo.
Kementerian Kominfo yang telah mendapatkan penjelasan melalui surat klarifikasi yang dikirimkan Telkomsel, pada akhirnya memutuskan untuk menunda kembali proses seleksi 3G yang harusnya sudah digelar sejak akhir September kemarin.
"Tidak sepenuhnya tepat kalau lelang ditunda karena Telkomsel pailit. Kami memang prihatin dengan kondisi Telkomsel. Namun berhubung dokumen lelang dan tata cara seleksi belum 100% firm, makanya lebih baik kami undur daripada nanti bermasalah di kemudian hari," jelas Gatot.
Kominfo sendiri memang harus berhati-hati dalam mengambil sikap penundaan seleksi dua blok 3G yang tersisa ini. Sebab, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga mulai mengawasi proses tender ini.
Salah-salah mengambil langkah, Kominfo bisa dituding lebih mengistimewakan Telkomsel dibandingkan operator lain dan diduga terlibat dalam pelanggaran persaingan usaha dan monopoli yang tercantum dalam UU No. 5/2009.
"Kami mengerti akan kondisi ini. Namun kami juga tak mau salah mengambil keputusan karena terburu-buru. Lebih baik menunggu seleksi berjalan hingga sempurna dari pada nanti harus direvisi kembali karena masih ada kekurangan di sana-sini," papar Gatot.
Ia pun menegaskan, Kominfo sendiri sejatinya tak mau memperlama proses seleksi 3G di 2,1 GHz ini. Sebab, di satu sisi juga Kominfo akan rugi karena terhambatnya pemasukan dari sisi pendapatan negara bukan pajak (PNBP).
Menkominfo Tifatul Sembiring pernah berucap kalau tender diundur maka target PNBP Kominfo sebesar Rp 1 triliun untuk tahun 2012 akan terancam.
"Selain dari kerugian PNBP, kami juga rugi karena kualitas layanan 3G jadi berkurang. Itu sebabnya, ada perhitungan Kominfo dan BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) yang menjadi alasan kenapa lelang ini sedikit tertunda. Tapi mudah-mudahan bisa segera terlaksana," harap Gatot.
Rencana pemerintah untuk melepas blok 11 dan 12 di kanal 3G sejatinya sudah terunda sejak lama. Awalnya, lelang ini akan digelar di kuartal ketiga 2011.
Peneliti dari Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, yang juga mantan anggota BRTI, menilai tender tambahan blok kanal 3G ini seharusnya tak perlu ditunda lagi karena khawatir akan terjadi penurunan kualitas layanan data.
(rou/ash)