"Kita tidak interfere karena kita ada di luar blok 3G. Jadi tidak mempengaruhi, apalagi di blok 11-12 yang akan dilelang," kata Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Commercial Smartfren, di Demang Cafe, Sarinah, Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Djoko pun menjelaskan secara kronologis tentang kedudukan Smart di 1,9 GHz. Menurutnya, saat 3G pertama kali akan dilelang 2006 lalu, Smart yang saat itu menempati frekuensi di ujung 2,1 GHz pun sudah diminta pindah ke 1,9 GHz karena di 2,1 GHz mau dialokasikan untuk 3G.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi waktu itu kita sudah digusur, jadi sekarang tidak akan pindah lagi. Dulu kita di 3G, kita terus diungsikan ke sini dipindahkan ke 1920 MHz. Masalah penataan itu supaya nempel-nempel saja bloknya agar 3G bisa ditata kanan kirinya," papar Djoko.
"Kemudian, kalau sekarang dibilang ada interferensi, itu kebetulan karena menempel saja. Di 1920 MHz tidak semua bersinggungan, hanya kaki-kakinya saja. Kita bukan penghalang, kok. Kita sudah jadi tetangga yang baik," pungkasnya.
(rou/ash)