Tak heran, trafik voice lebih besar dibandingkan layanan komunikasi lainnya. Hal ini diungkapkan Ririn Widaryani selaku Head of Strategic Marketing Grup Telkomsel, dalam peluncuran Telkomsel Haji di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2012).
"Itu refleksi dari budaya kita yang senang mengobrol, banyak berbicara. Dan komposisi jemaah haji itu lebih banyak dari daerah-daerah dan orangtua yang seringnya lebih suka pake telepon. Dilihat dari tahun-tahun lalu, masih lebih banyak yang menelpon baru kemudian SMS," kata Ririn.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Trafiknya naik 20% itu voice. Kalau untuk data bisa lebih besar. Di trafik domestik saja kenaikannya bisa cukup besar. Kita prediksi juga tidak terlalu jauh dari trafik domestik krn habit pengguna di domestik maupun saat sedang berada di luar tidak terlalu jauh berbeda. Kisaran di 40-50 persen, kenaikan data," jelas Ririn.
Dikatakannya, jemaah haji biasanya akan menghubungi orang terdekat saat mereka selesai wukuf sehingga trafiknya menjadi padat dan bisa naik berkali lipat.
"Peak-nya (trafik puncaknya) itu di Arafah saat setelah wukuf. Tahun lalu peak itu naik 9 kali lipat dan kami berhasil mengantisipasinya dengan baik," klaim Ririn.
Bekerja sama dengan operator telekomunikasi Arab Saudi, Zain, Telkomsel menghadirkan berbagai kemudahan layanan bagi jemaah haji. Pelanggan Telkomsel baik pasca bayar maupun prabayar nantinya bisa memilih jaringan operator Zain secara manual dan tidak mengharuskan mereka mengganti kartu.
Adapun tarif panggilan ke Tanah Air adalah Rp 5.000 per menit, panggilan ke nomor lokal Arab Saudi Rp 1.000 per menit, dan layanan pesan pendek Rp 500 per SMS. Urusan data, disediakan pula paket unlimited data roaming, mulai Rp 350.000 untuk 10 hari dan BlackBerry roaming, mulai Rp150.000 untuk 10 hari.
(rns/ash)