Menurutnya, seleksi pemenang blok 11 dan 12 di 2,1 GHz lewat metode beauty contest dipastikan baru akan diketahui pada bulan September nanti.
"Untuk 3G kita memang nggak ngejar Lebaran. Dokumen baru kita kasih Agustus setelah Lebaran, kemudian pendaftaran September, dan di bulan itu juga bisa ketahuan pemenangnya," kata Tifatul saat ditemui di rumah dinasnya, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, frekuensi 3G yang berjumlah 12 blok dengan total 60 MHz saat ini digunakan oleh Hutchison CP Telecom/Tri di blok 1 dan 6, kemudian Axis Telecom Indonesia di blok 2 dan 3, Telkomsel di blok 4 dan 5, Indosat di blok 7 dan 8, dan XL Axiata di blok 9 dan 10.
Tifatul mengaku paham kenapa banyak pihak yang mendesak agar lelang dipercepat. Namun ia menegaskan, keputusan mutlak ada di tangan kementerian. "Ya mereka semua harus nurut dan mau menunggu," tegasnya.
Ia pun meminta agar industri memahami, lelang beberapa kali ditunda karena frekuensi yang tersedia masih kotor. Selain itu, Kementerian Kominfo juga masih menyusun administrasinya.
"Yang masih kotor sekarang sudah dibersihkan, cuma sedikit yang bersinggungan dengan Smart. Tidak sulit karena cuma di beberapa titik BTS saja. Lagipula biayanya murah untuk operator, biaya protektornya cuma Rp 30 juta per titik," jelas Tifatul.
(rou/rou)