Dikatakan Chief Marketing Office Axis Daniel Horan, sebelum perjanjian dengan XL berakhir, perusahaanya telah membangun sejumlah base transceiver station (BTS) daerah di Sumatera, seperti Medan, Kepulauan Riau, dan sekitarnya.
Perjanjian kedua operator itu secara resmi berakhir 31 Agustus 2012. Kerjasama Axis dan XL awalnya ditandatangani pada 1 Januari 2010 dan merupakan kerjasama roaming nasional pertama yang pernah ada di Indonesia.
"Selain itu dengan perjanjian itu, kami dapat memberikan promo yang biasanya Axis berikan di pulau Jawa, kini bisa kami tawarkan ke pelanggan di Sumatra. Karena kami sekarang jauh fleksibel," tukas Horan, di Menara Dea, Jakarta.
Ditambahkan oleh Chief Officer Technology Axis Michael McPhail, untuk coverage layanan di pulau Sumatra pasca berakhirnya kerjasama itu, Axis sudah membangun sekitar 1.000 BTS tambahan.
"BTS itu tersebar di Sumatera Utara sampai ke Kep.Riau. Dari 1.000 BTS tersebut, 50%-50% untuk BTS 3G dan BTS 2G," jelas McPhail.
Dia mengatakan, di masa depan Axis akan terus melakukan pembangunan BTS baru. Walau tidak menyebut secara spesifik berapa banyak yang akan dibangun, namun McPhail memastikan akan menfokuskan dahulu jaringan yang lebih baik di pulau Jawa.
Sampai dengan kuartal pertama tahun 2012, Axis sendiri memiliki basis 17 juta pelanggan. Sampai saat ini, Axis sudah memiliki 7.500 BTS untuk 2G dan 3G.
(rou/rou)