Jelas saja drop, banyak pengguna yang ragu-ragu. Mengakses data lokal dibandingkan dengan saat di luar negeri pasti beda tarifnya. Sudah ada stigma di kalangan para pengguna, tak ada ceritanya roaming internasional bakal murah. Banyak yang takut tagihannya bikin kantong jebol.
Nah, kekhawatiran itu tidak mengada-ada. Para operator seluler pun sadar betul bahwa tarif roaming international memang masih kelewat mahal, khususnya bagi pengguna di Indonesia pada umumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam forum GSM Association Asia Pasific Conference yang diadakan di Bali pekan lalu, menurut Dedi, mayoritas operator seluler GSM juga setuju atas kekhawatiran begitu mahalnya biaya roaming data saat ini.
Ini Dia yang Bikin Mahal
Dalam diskusi panel di GSM Association, Dedi yang hadir berdiskusi bersama beberapa pembicara dari operator lain mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan biaya roaming data masih mahal saat ini.
"Pertama, masalah teknis dimana standardisasi roaming data yang membawa trafik data kembali ke home operator," papar dia.
Misalnya, pelanggan operator di Indonesia yang roaming ke Hong Kong ingin menggunakan layanan data untuk mengakses Facebook dari ponselnya, maka trafik data dari Hong Kong dibawa dulu ke Indonesia baru kemudian menuju server Facebook di Amerika Serikat.
Selain itu, mayoritas perjanjian roaming bersifat bilateral dimana tarif ditentukan oleh operator yang dikunjungi, bukan oleh operator asal sehingga memicu mahalnya biaya roaming data internasional.
Dalam diskusi tersebut, Dedi menantang GSM Association bertindak atas nama asosiasi untuk mengatasi permasalahan mahalnya roaming data internasional.
"Saya waktu itu datang mewakili ATSI, Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia," kata Dedi yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja Teknologi di ATSI.
Inovasi Mobile Wi-Fi
Dalam diskusi GSM Association ini dibahas juga inovasi teknologi yang bisa dilakukan untuk mengurangi roaming data, di antaranya yang paling efektif menggunakan jaringan Wi-Fi hotspot operator yang dikunjungi atau yang di sebut Wi-Fi offload.
"Sehingga selain mengurangi beban jaringan 3G juga, trafik internet dibawa langsung oleh Wi-Fi lokal tanpa perlu kembali ke operator asal," jelas dia.
Namun cara mengakses Wi-Fi konvensional yang harus memasukkan username dan password serta SSID yang berbeda-beda sangat merepotkan dan menyulitkan penggunanya.
Di forum ini pula, Dedi menyampaikan inovasi teknologi untuk menghadirkan mobile Wi-Fi seamless. Layanan ini memungkinkan pelanggan pindah dari 2G/3G ke Wi-Fi secara otomatis dan memperoleh layanan internet kecepatan tinggi.
Layanan mobile Wi-Fi seamless dapat digunakan oleh pelanggan yang memiliki smartphone dengan teknologi Seamless Wi-Fi atau EAP-SIM (Extended Authentication Protocol, Subscriber Identification Module).
"Di Indonesia, layanan semacam ini sudah bisa digunakan melalui paket langganan Telkomsel Flash. Layanan ini akan digelar di lebih dari 10 ribu hotspot area publik baik oleh Telkomsel maupun Telkom," kata Dedi.
Selain diperuntukkan bagi pelanggan regular, layanan ini diperuntukkan bagi pelanggan korporat sehingga dapat mengakses VPN ke intranet masing-masing corporate juga bagi pelanggan inbound roamers yang datang dan menggunakan jaringan operator.
"Layanan seamless bagi inbound roamers seperti ini adalah yang pertama diimplementasikan di dunia," pungkas Dedi.
(rou/ash)