"Tidak ada alasan untuk molor. Dalam rapat pleno terakhir BRTI padahal sudah disepakati jalan terus," kata mantan Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi kepada detikINET, Selasa (5/6/2012).
Menurut dia, meskipun masih ada interferensi dari sinyal yang dikeluarkan Smartfren, kanal 11 dan 12 masih bisa dipakai asal PCS dikurangi kekuatan power outputnya. Lalu diberi penambahan filter RX di UMTS untuk kanal terutama di blok 12.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, sekarang adalah momentum yang tepat untuk menggelar tender 3G. Sebab, penataan masih mudah dilakukan. "Daripada nanti-nanti ketika semua blok sudah full dipakai. Kalau sekarang kan ada blok-blok dengan okupansi yang belum begitu tinggi sehingga geser-menggeser masih bisa dilakukan," kata Heru.
"Hal ini baik bagi user juga, karena sekarang akses data juga agak lambat karena pengguna meningkat tajam," jelas mantan anggota BRTI dua periode ini.
Belum lama ini, saat Heru masih menjabat di BRTI, sudah dipastikan apakah kanal 11 dan 12 dapat dipakai atau tidak. "Dan di pleno BRTI terakhir sudah didapat solusi untuk mengatasi potensi interferensi. Jadi harus bisa jalan. Harusnya sudah bisa jalan penawaran tambahan blok 3G-nya," tandasnya.
(rou/ash)