Infrastruktur yang digunakan untuk pengujian ini meliputi peralatan sistem komersil yang disediakan oleh ZTE dan sebuah kartu FDD/TDD LTE dual-mode dari Hong Kong Applied Science and Technology Research Institute Company Limited (ASTRI).
Pengujian ini menunjukkan bahwa ketika perangkat dual-mode FDD/TDD LTE terhubung ke jaringan LTE dan banyak file berukuran besar sedang diunduh, tingkat kesuksesan dari perpindahan dua-arah FDD/TDD LTE bisa mencapai 100%. Hebatnya lagi, kualitas dari pengalaman yang dirasakan oleh pengguna tidak terpengaruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ZTE sebelumnya berhasil menyelesaikan uji interoperabilitas TDD-LTE dan FDD-LTE/UMTS/GSM yang pertama di dunia. Selain itu, vendor asal China juga mengklaim sebagai yang pertama meluncurkan kartu data TDD-LTE/FDD-LTE/UMTS/GSM dan prototipe smartphone dual-standby untuk jaringan TD-LTE/TD-SCDMA/GSM. Tahun lalu, jaringan jenis dual-mode TDD-LTE/FDD-LTE diluncurkan di Swedia oleh ZTE dan Hi3G.
"Fungsi yang didukung serta peningkatan kinerja ini memberikan kesempatan bagi operator untuk mempercepat pengembangan industri jaringan LTE," kata Wang Shouchen, Wakil Presiden ZTE.
"Sebagai langkah yang berikutnya, ZTE sedang berencana untuk memasangkan teknologi ini di jaringan-jaringan lain yang sudah diluncurkan," lanjutnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (27/5/2012).
Pada Q1 tahun 2012, ZTE berhasil mendapatkan 30 kontrak komersil untuk LTE dan membangun lebih dari 100 jaringan percobaan dengan operator-operator yang terdepan di berbagai negara.
Delapan di antaranya sudah diluncurkan secara komersil, termasuk dengan CSL di Hong Kong, SoftBank di Jepang, Hi3G di Swedia, H3G di Austria, serta Bharti Airtel.
(ash/ash)