Seperti dilansir dari News.com, penumpang Virgin Atlantic di pesawat Airbus A330 dari London ke New York, kemarin sudah boleh halo-halo dengan ponsel. Bahkan, mereka juga boleh SMS-an dan berkirim email dengan GPRS dari ponsel masing-masing.
Pesawat itu memiliki semacam pemancar sinyal ke satelit yang dipantulkan ke darat. Sistem baru ini diklaim tidak mengganggu instrumen penerbangan di pesawat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena bandwidth terbatas, hanya 10 orang yang bisa memakai ponsel mereka bersamaan. Operator selulernya untuk sementara hanya O2 dan Vodafone.
Jubir Virgin Atlantic, Greg Dawson mengatakan walaupun ada permintaan serupa untuk penerbangan ke Australia, pihak maskapai belum akan merealisasikan fasilitas penggunaan ponsel dalam penerbangan ke Australia.
"Kami mendengarkan keinginan konsumen, konektivitas di angkasa selalu ada dalam permintaan mereka," kata Dawson.
Layanan ini akan disiapkan juga untuk pesawat Boeing 747. Rencananya ada 20 pesawat yang siap dengan penggunaan ponsel ini pada akhir 2012.
"Banyak orang yang harus terbang 10 jam dan harus kirim SMS penting ke kantor atau bahkan mengingatkan orang di rumah untuk memberi makan kucing," jelas Dawson.
Lufthansa dan Qatar Airways pernah membolehkan penggunaan telepon. Namun hal itu sudah dihentikan begitu masuk banyak keluhan dan kekhawatiran penumpang.
Saat fasilitas ini dijalankan, 80% penumpang Qatar menolak karena dianggap mengganggu tidur dan kenyamanan penerbangan. Lufthansa juga menghentikan layanan ini pada 2009 karena desakan mayoritas penumpang.
Sedangkan, Qantas mencoba penggunaan akses internet via laptop untuk penerbangan antara Australia ke Los Angeles, AS.
"Riset kami menunjukan penumpang ingin punya akses internet di pesawat, tapi mereka tidak suka dengan situasi orang berteleponan di sebelah mereka dalam penerbangan jarak jauh," kata jubir Qantas.
(/)