"Saatnya memerangi preman telekomunikasi, karena ini adalah sektor yang vital bagi perekonomian indonesia. Investasi 10% di industri telekomunikasi akan menaikkan GNP sebesar 1,38% sampai 2%. Ini juga menciptakan multiplier effect yang positif bagi perekonomian nasional," ujar salah satu Anggota BRTI Nonot Harsono, melalui keterangan pers yang diterima wartawan, Selasa (1/5/2012).
Nonot menambahkan, industri telekomunikasi adalah sektor vital dimana investasi besar ditanamkan di sektor ini. Baginya, bisnis ini akan menentukan masa depan bangsa, bila satu rantai rusak, maka akan rusak semua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, masalahnya kedua baju ini disalahgunakan oleh Denny. Jika Denny terbukti benar-benar menyalahgunakan kedua baju ini maka hukuman berat siap menantinya," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, Denny dicokok pihak kepolisian saat tengah melakukan transaksi dengan salah satu operator di Plaza Indonesia. Dia sengaja mengancam operator, yang ujung-ujungnya meminta sejumlah uang.
Dalam aksi penangkapan tersebut turut disita pula USD 20 ribu sebagai barang bukti.
Nonot juga mengingatkan bahwa bila operator dianggap melakukan pelanggaran, maka BRTI lah yang mempunyai wewenang untuk memanggil operator tersebut.
"Kalau di atas langit masih ada langit lagi, itu hal yang lumrah terjadi. Tapi, kalau di atas regulasi (BRTI) masih ada regulasi lainnya (diperankan oleh Denny-red.), ini jelas salah kaprah dan konyol," tandas pria yang baru saja kembali terpilih menjadi anggota BRTI.
(ash/ash)