Sebelumnya, pada tahun buku 2011, Telkomsel mencatatkan pendapatan Rp 48,7 triliun atau tumbuh 7% dibanding tahun sebelumnya. EBITDA tahun 2011 juga meningkat menjadi Rp 27,5 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 12,8 triliun dimana kontribusi terbesar berasal dari layanan data dan SMS.
Hasil yang ini pun mendasari keputusan untuk membagi deviden kepada para pemegang saham sebesar Rp 10,2 trilun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini terbukti dengan meningkatnya pendapatan sebesar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tertinggi di industri telekomunikasi, sekaligus memimpin pasar dengan market share sebesar 43% dan 109,9 juta pelanggan," tukasnya.
Trafik data di Indonesia tahun ini diperkirakan tumbuh sebesar 40% karena semakin banyaknya perangkat ponsel canggih dengan harga terjangkau. Terkait dengan usaha untuk menambah dan memperluas pelanggan layanan data, Telkomsel telah menggelar lebih dari 10.000 BTS 3G dari sekitar 45.000 BTS di seluruh wilayah Indonesia.
Jumlah broadband city juga akan digenjot dari 46 kota menjadi 100 kota di akhir 2012. Telkomsel pun mengklaim dirinya sebagai operator pertama di Indonesia yang sukses melakukan uji coba layanan Long Term Evolution (LTE).
Selama tiga tahun terakhir (2009-2011) jumlah pelanggan Telkomsel dikatakan tumbuh signifikan sebesar lebih dari 41 juta yang mendorong peningkatan pendapatan sebesar Rp 7,1 trilun. Adapun jumlah pelanggan data melonjak dari 17 juta menjadi 40 juta. Sedangkan untuk tahun 2011, Telkomsel menyetor pajak sebesar Rp 8,7 triliun ke kas negara.
(ash/fyk)