Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Masih Kotor, Kanal 3G di Blok 12 Bisa Batal Dilelang

Masih Kotor, Kanal 3G di Blok 12 Bisa Batal Dilelang


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

(Ist)
Jakarta - Dari dua kanal 3G yang tersedia di frekuensi 2,1 GHz masih ada satu kanal di blok 12 yang belum bebas dari interferensi. Kanal tersebut bisa jadi tak ikut dilelang pada pertengahan 2012 ini karena konon masih sangat kotor dan sulit dibersihkan.

Kemungkinan terburuk itu masih dikaji oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), sebab di kanal 12 masih ada interferensi yang terlalu besar dari penghuni di sebelahnya, Smartfren Telecom.

Namun regulator sendiri berharap, kedua blok kanal tersebut masih tetap bisa diperebutkan oleh para operator 3G dengan menyiapkan sejumlah opsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita masih mengkaji. Belum ada keputusan dari kita mengenai berapa kanal yang bisa dipakai dan akan diperebutkan operator sebagai kanal tambahan 3G," kata anggota BRTI Heru Sutadi kepada detikINET, Selasa (10/4/2012).

"Kita maunya dua kanal itu dipakai. Ada pendapatan bagi negara, dan operator butuh. Jadi kita maunya 11 dan 12 dipakai, jika tidak bersih di 12 kita akan cari cara seperti penggunaan filter yang sharp, tambahan guard band," papar Heru lebih lanjut.

Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) sebelumnya berpendapat, pemerintah harus memastikan terlebih dulu bahwa blok 11 dan 12 yang akan dilelang sudah bersih dari interferensi, baik dengan Smart di ujung pita 1.900 MHz, maupun dengan para operator 3G lainnya.

"Ini prinsipal sekali. Pemerintah yang harus action memberikan arahan untuk pembersihan karena mereka yang punya power. Kalau pemenang disuruh membersihkan, biayanya akan sangat mahal sekali dan tidak masuk akal," kata Ketua Umum Mastel, Setyanto P Sentosa.

Sebelumnya, Telkomsel mengaku siap untuk membersihkan kanal yang masih kotor dari interferensi jika diberikan perintah oleh pemerintah.

"Silakan diperintah. Kami siap untuk membantu pelaksanaan teknisnya. Tapi itu tergantung pemerintah," kata Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno.

Sarwoto sendiri mengaku siap membantu percepatan pelaksanaan tender 3G ini karena kebutuhan akan tambahan kanal baru sudah begitu mendesak.

"Penggunaan jaringan 3G kami di Jabodetabek dan beberapa daerah lainnya sudah mencapai 80% dari kapasitas yang tersedia. Ini harus segera ditambah," ujarnya.

Selain Telkomsel, sejauh ini yang telah menyatakan berminat untuk tambahan kanal ketiga 3G adalah XL Axiata, Indosat, dan Axis Telekomunikasi Indonesia.

Menteri Kominfo Tifatul Sembiring sebelumnya telah mengumumkan penundaan pelaksanaan tender 3G yang semula dijadwalkan akhir April atau awal Mei nanti menjadi Juni.

Ia mengakui penundaan disebabkan kanal yang akan dilelang masih sangat kotor dan sulit dibersihkan.

"Kami terpaksa menunda tender karena kanalnya masih kotor akibat interferensi. Jadi lelang terpaksa baru bisa dilaksanakan pertengahan tahun ini," pungkas Tifatul.

(rou/rns)






Hide Ads