"Masyarakat middle class tumbuh 100 juta di Indonesia. Kemampuan daya beli mereka meningkat untuk akses internet," kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, di kantor Axiata, Kuala Lumpur, Malaysia.
Dari data yang dilansir Asian Development Bank (ADB), Indonesia tercatat memiliki pertumbuhan kelas menengah paling pesat dalam satu dekade belakangan ini mengalahkan Filipina, Thailand, dan Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelas menengah yang tumbuh pesat ini salah satu pasar potensial untuk jasa data. Potensi daya beli kelas menengah disertai kian beragam dan murahnya harga perangkat, serta banyaknya aplikasi, menjadikan jasa data akan menjadi andalan bagi operator sebagai sumber omset di masa depan," papar Hasnul.
Pada 2011 lalu, jasa data di XL menghasilkan omset Rp 2,21 triliun. Hingga akhir 2011, pengguna layanan data XL berjumlah 25,5 juta atau 55% dari total pelanggan XL.
Trafik penggunaan data juga telah tumbuh cepat sebesar 295% dari 2,7 Petabyte tahun lalu menjadi 10,6 Petabyte di tahun 2011.
"Secara volume itu masih kecil. Nanti, kala aplikasi video makin diminati volume akan naik," pungkasnya.
(rou/ash)