Ibnu Maksum, sang ketua, menyatakan kecaman terhadap aksi tersebut. Sebab menurutnya, aksi itu sangat kekanakan jika dilakukan oleh orang yang pintar. Ia mengibaratkan seperti anak kecil yang tak diberi permen oleh temannya, lalu melempar batu ke temannya tersebut.
"Aksi tersebut tidak ada hubungannya dengan nasionalisme, aksi nasionalisme lebih penting ditujukan kepada koruptor yang lebih merusak negara Indonesia ini. Gantung koruptor jika anda ingin menunjukkan nasionalisme," tegas Ibnu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksi pelemparan BlackBerry ke kedubes Kanada sama dengan melecehkan Negara Kanada, dan ini bisa berakibat akan ada aksi serupa di kanada pada kedubes Indonesia. dan apakah kita akan berperang?" cetusnya.
"Yang mengajak aksi pelemparan BlackBerry hanyalah mencari Sensasi. Jika bukan sensasi silakan lempar tipe terbaru ke kedutaan Kanada, jangan yang sudah matot apalagi dummy, ngga niat namanya. Jangan mengalihkan isu, jangan mengajak rakyat menuju jalan sesat. Rakyat harus diedukasi bukan dikompori dengan aksi bodoh," tambah dia
Ibnu pun berencana akan membuka stand di lokasi aksi pelemparan BlackBerry. Dia ingin mengumpulkan BlackBerry tersebut dan dibagikan ke developer yang membutuhkan.
(fyk/ash)