Gregory Wade, Regional Managing Director RIM menjelaskan, pihaknya memiliki banyak partner kerja manufacturing untuk mendukung rantai pasokan handset BlackBerry dan tablet PC PlayBook. Dimana salah satunya berlokasi di negara tetangga kita, Malaysia.
Ketika dikuak seputar pabrik tersebut, Greg tidak menyebut secara tegas bahwa itu merupakan pabrik milik RIM atau mitra perusahaan manufakturnya. Yang jelas, keputusan sudah dibuat dan sang produsen BlackBerry punya salah satu sumber rantai pasokan di Negeri Jiran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pertanyaan tersebut, Greg pun tidak menjawabnya secara tegas. Ia hanya berkomentar, RIM juga telah memikirkan masak-masak soal rencana investasi di Indonesia. Hanya saja tidak disebutkan olehnya rencana itu termasuk urusan membangun pabrik atau sekadar menggandeng mitra manufaktur untuk BlackBerry.
"Untuk di Indonesia banyak model investasi yang telah kami siapkan, seperti menggandeng developer untuk membangun platform BlackBerry, learning center dan lainnya," kata Greg.
"Pengembangan aplikasi ini juga bisa berefek ke banyak hal, seperti pembukaan lapangan kerja, kreativitas, inovasi, serta lainnya. Dan jangan lupa, kami juga telah membangun semacam Learning Center bekerja sama dengan ITB (Institut Teknologi Bandung)," lanjutnya.
Sayang, Greg enggan menyebut ada berapa jumlah pengguna BlackBerry di Tanah Air. Namun jika dihitung secara kasar dari data milik operator, paling tidak jumlahnya mendekati 10 juta pengguna.
"Kami sangat mencintai fans BlackBerry di Indonesia. Namun investasi tak cuma berbicara soal komponen utama di perangkat BlackBerry. Namun juga bagaimana menciptakan lini bisnis baru. Jadi kami optimistis dapat memberikan yang terbaik kepada pengguna di Indonesia," pungkasnya.
(ash/eno)