Demikian catatan dari otoritas telekomunikasi dunia (International Telecommunication Union/ITU) yang dipaparkan Qualcomm pada media dalam presentasi melalui webcast, di Hotel Interkontinental, Jakarta, Selasa (6/12/2011).
"Ini platform terbesar dalam sejarah manusia. Tak cuma terkoneksi melalui sambungan suara, tapi juga lewat internet yang ada di 'komputer saku' kita melalui bermacam akses nirkabel," kata John Stefanac, President Qualcomm Southeast Asia & Pacific
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhannya pun tak hanya di negara-negara maju saja. Menurut Stefanac, yang mengutip riset Wireless Intelligence, 75% dari total koneksi broadband akan dialirkan ke perangkat mobile di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, pada 2014 nanti.
"Sekitar 58% koneksi mobile broadband di antaranya akan datang lewat smartphone," kata dia.
Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, diproyeksi akan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat untuk koneksi pita lebar seluler.
"Koneksi 3G di Asia Tenggara akan tumbuh 405% terhitung mulai dari 2010 hingga 2015 nanti," kata Stefanac.
Yang menjadi faktor tumbuhnya 3G di negara berkembang antara lain pembangunan jaringan 3G itu sendiri, ketersediaan smartphone dengan harga yang terjangkau, serta permintaan ketersediaan akses data yang terus naik.
"Diproyeksi akan ada 1,4 miliar sambungan akses 3G baru di negara-negara berkembang pada 2015 nanti," tandasnya.
(rou/ash)