Ya, selain menawarkan SMS yang berisikan konten premium, Telkomsel juga memiliki program mobile advertising yang dibagi dalam varian yakni, U Interactive, MMS Video Ads dan Mobile Ads Banner.
"Ini berbeda dengan SMS Premium, di sini pelanggan tidak dikenakan biaya sama sekali," kata Nyoto Priyono, VP Mobile Advertising Management Telkomsel di Grand Indonesia, Kamis (1/12/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya ketika pelanggan masuk ke mal, maka bisa saja dikirimkan promo atau diskon yang ada di mall tersebut," jelas Nyoto.
Nah, agar penyebaran SMS tepat sasaran, Nyoto mengklaim bahwa Telkomsel telah mengumpulkan data perilaku penggunanya. Umpamanya, ada pelanggan sering pergi ke mal, berapa lama waktu yang ia habiskan di tempat itu, dan lainnya.
"Kami sudah memiliki sekitar 60 juta profil pelanggan kami, dan itu saya rasa sudah lebih dari cukup," tambah Nyoto.
Saat ini Telkomsel telah memproduksi jutaan iklan berbasis mobile advertising yang melibatkan lebih dari 5.000 perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, makanan, otomotif dan lainnya. Tak heran jika dalam setahun anak perusahaan Telkom ini berhasil meraup ratusan miliar rupiah.
"Hingga akhir 2011 ini pendapatan dari mobile advertising sudah mencapai Rp 150 Miliar, ini sudah jauh melampaui target yang sebelumnya kami tentukan yakni sebesar Rp 40 Miliar. Semoga tahun depan bisa naik 60-70%," tandas Nyoto.
(eno/ash)