Pertumbuhan pengguna internet memang luar biasa. Bahkan menurut NSN jika dirata-ratakan sehari setiap pengguna mengkonsumsi sekitar 1 GB data melalui perangkat bergerak seperti ponsel atau tablet.
Namun sayangnya, kebutuhan bandwidth yang kian meningkat itu tidak dibarengi dengan infrastruktur yang memadai. Hal ini ditandai dengan mengecilnya jalur bandwidth disejumlah tempat yang memiliki banyak pengguna, semisal daerah perkantoran, mall, atau kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, mensiasati hal itu, NSN mengklaim memiliki solusi yang mereka sebut Liquid Net. Sebuah metode yang memungkinkan operator membangun jaringannya dan melakukan adaptasi sendiri untuk memenuhi kapasitas dan cakupan berdasarkan kebutuhan di masing-masing lokasi.
"Misalnya di BTS A kapasitasnya sudah penuh, maka Liquid Net bisa mengalihkannya ke BTS lain tanpa menggangu kenyamanan pelanggan. Kami menyebutnya dengan Active Antena System," tambah Ariesonada.
NSN juga mengklaim bahwa teknologi yang mereka usung sudah siap digunakan untuk teknologi jaringan yang akan datang. "Produk kami sudah siap dipakai untuk jaringan GPRS hingga LTE, tapi saat ini masih kami uji coba, kemungkinan baru bisa dipasarkan pertengahan 2012," tandas Ariesonada.
(eno/fyk)