Menurut anggota komite BRTI, Heru Sutadi, sampai saat ini ada sekitar 205 CP yang terdaftar di BRTI. Nah, mulai hari ini, Jumat (4/11/2011), para CP tersebut dijadwalkan bergiliran melakukan pertemuan dengan BRTI untuk dilakukan evaluasi.
"Hari ini ada 4 CP. Minggu depan, mulai Senin atau Selasa ada 4-5 CP lagi yang akan kita panggil. Rencananya, 200 CP mau kita panggil semua," ujar Heru kepada detikINET, Jumat (4/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diharapkan lewat pertemuan ini kami bisa melakukan evaluasi layanan, contact center, keluhan, undian yang diselenggarakan, dan apa peran operator dalam bisnis SMSpremium ini," imbuh pria yang sudah dua periode menjabat di BRTI tersebut.
Termasuk di antaranya, kerugian yang ditimbulkan atas aksi CP nakal dan membuat watch list terhadap CP-CP yang dituduh sebagai maling pulsa ini.
"Ya harapannya itu, kita ingin cari tahu masalahnya ini (pencurian pulsa via SMS premium-red.) ada di mana sih?" tukas Heru.
Sejauh ini, BRTI sendiri mencatat ada 160 dugaan kasus penipuan lewat SMS yang telah diadukan ke pihak kepolisian. Jika dalam evaluasi ini ditengarai ada CP yang tidak terdaftar di BRTI, maka operator diperintahkan untuk segera memutus kerja sama dengan penyedia konten tersebut.
(ash/fyk)