Dalam laporan mini yang terungkap dalam perhelatan ITU Telecom World yang berlangsung di Jenewa, Swiss tersebut, penduduk dunia hingga saat ini diproyeksi mencapai 2,3 miliar yang merupakan pengguna internet.
Pertumbuhan kedua layanan teknologi tersebut paling besar terjadi di negara-negara berkembang dan menyasar kawula muda. Dimana setengah warga dunia maya disebut berumur kurang dari 25 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun pangsa pasar pengguna internet untuk negara berkembang juga dilaporkan terus melaju setiap tahunnya. Pada lima tahun lalu misalnya, pangsa pasarnya mencapai 44%. Namun saat ini, pengguna internet di negara berkembang sudah menguasai 62% pangsa pasar dunia.
Sementara penetrasi internet secara global cuma mencapai kemajuan tak lebih dari 50% selama tiga tahun, dari 13% di 2008 menjadi 20% di 2011.
Laporan tersebut juga menunjuk kawasan Eropa, Asia, dan Pasifik sebagai wilayah 'world top broadband economies'. Khusus Republic of Korea diberi kredit khusus lantaran penetrasi mobile broadband di negaranya mampu menembus angka 90%.
Hal itu belum termasuk koneksi fixed broadband di Negeri Ginseng yang dikatakan rata-rata melaju di tingkat kecepatan 10 Mbps.
Tentu saja prestasi ini jauh melebihi layanan di banyak negara. Sebagai perbandingan, pengguna broadband di Ghana, Mongolia, Oman, dan Venezuela masih terpatok di bawah 2 Mbps. Sementara Indonesia? Ya, biar Anda sendiri yang menjawab.
(ash/eno)