Sebagai operator seluler dengan infrastruktur terbesar dan jumlah pelanggan terbanyak di Bali, Telkomsel mengakui sempat mengalami kendala. Mulai dari lonjakan trafik yang menyebabkan akses tersendat selama 10 menit usai gempa, serta infrastruktur yang rusak.
"Jaringan terganggu karena transmisi radio terganggu akibat gempa. Dari 13 BTS di wilayah gempa, tinggal 8 BTS yang sedang dalam proses recovery. Korban employee tidak ada. Pelanggan mohon bersabar terkait trafik yang melonjak tinggi akibat gempa," kata Aulia E Marinto, juru bicara Telkomsel, kepada detikINET, Kamis (13/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Bali, total BTS yang dimiliki Telkomsel tersebar di 1.000 titik lebih. Jaringan BTS ini melayani 4,6 juta di Bali dan Nusa Tenggara. "Jadi kecil sekali jumlah pelanggan yang terganggu. Dan umumnya yang terganggu karena blocking akibat lonjakan trafik saja," kata Aulia.
Lonjakan, lanjut dia, bisa mencapai 100%. Namun relatif masih aman. "Di beberapa lokasi bisa sampai 100 persen karena orang banyak berkumpul dan melakukan call pada saat yang bersamaan. Ini yang menyebabkan terjadinya blocking," pungkasnya.
Kendala serupa juga dialami oleh operator Axis. Menurut Anita Avianty, Head of Corporate Communication Axis, dari 270 site BTS yang dioperasikan di Bali, ada dua site yang terganggu.
"Layanan secara umum baik-baik saja meski ada dua site kita yang mati karena kendala matinya supply power PLN," ujarnya saat dihubungi.
Namun demikian, sama seperti Telkomsel, proses recovery Axis juga terus berjalan. "Baru saja dapat info lagi. 1 site sudah normal, jadi tinggal 1 site yang down," kata Anita beberapa menit kemudian.
(rou/ash)