"Kami menyesalkan minimnya tanggung jawab pak menteri (Tifatul Sembiring) dan BRTI yang hanya mengkambinghitamkan CP (content provider) nakal saja. Padahal selama ini, operator juga ikut menikmati," keluh Najib Shihab, anggota Komisi I dalam rapat dengar pendapat di gedung DPR-MPR Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2011).
"Saya tidak tahu pola hubungan antara operator dan CP. Tapi saya mencurigai ada hubungan diam-diam karena operator mendapatkan keuntungan besar. Apakah masih kurang sehingga menggunakan cara-cara (penipuan SMS) seperti ini?" cecarnya lebih lanjut dalam pertemuan yang dihadiri Menkominfo beserta para petinggi operator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BRTI sejak pertengahan Juli kemarin sudah membuka call center 159. Dari Juli sampai 4 Oktober tercatat ada 9638 kasus pengaduan terkait telekomunikasi dan 700 nomor SMS penipuan," katanya.
Tifatul pun menegaskan, langkah-langkah penanganan telah dilakukan dengan melakukan pertemuan dengan seluruh operator pada 5 Oktober 2011 untuk mengetahui langkah-langkah dalam penanganan SMS penipuan.
"Pengguna ponsel kita sudah lebih dari 200 juta. Pengguna berhak ajukan ganti rugi atas kesalahan penyelenggara jasa," tandas menteri.
(rou/eno)