Demikian proyeksi yang disampaikan Sylvia Soemarlin, CEO Xirca Dama Persada, terkait rencana investasi dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) hingga 2014 mendatang.
Xirca yang tengah membesut chipset untuk Wimax 16d, 16e, LTE serta customer premise equipment (CPE) dan base station bersama Huawei, mengaku telah siap memproduksi CPE sebanyak satu juta unit untuk lima operator. Ketersediaan perangkat itu pun dinilainya masih kurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingginya kebutuhan perangkat untuk BWA, Sylvia menilai, kondisi ini merupakan peluang bagus untuk industri manufaktur. "Namun jika Menteri (Kominfo) belum mengeluarkan aturan tertulis tentang teknologi netral, operator tak akan beli perangkatnya," sesal dia.
Selain menyediakan perangkat CPE dengan range harga mulai dari US$ 80, Xirca juga memproduksi 5.000 base station bersama Huawei dengan harga per unit US$ 30 ribu. Sylvia menjelaskan, harga per CPE untuk Wimax 16e itu masih mahal karena belum diproduksi secara massal.
"Saat ini kami cuma punya satu line produksi untuk 5.000 base station per tahun. Itu pun masih di Malaysia. Namun perlahan mulai kami pindahkan ke Indonesia. Kalau mau penuhi untuk semua operator, kami perlu membangun empat line," pungkasnya.
(rou/ash)