Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bahas Penyadapan, RIM Kontak KPK

Bahas Penyadapan, RIM Kontak KPK


- detikInet

Jakarta - Diberikannya akses lawful interception (penyadapan) bagi penegak hukum Indonesia di jaringan BlackBerry sepertinya tinggal menunggu waktu saja. Pembesut BlackBerry, Research In Motion (RIM), mengaku sudah berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saat ditanya dalam pertemuan tadi, RIM mengaku sudah berkoordinasi dengan KPK untuk urusan penyadapan di BlackBerry," kata Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gatot S. Dewa Broto kepada detikINET.

Ya, RIM hari ini, Kamis (15/9/2011), memang menyambangi Gedung Sapta Pesona untuk melakukan pertemuan dengan jajaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan sejumlah pejabat Kominfo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan asal Kanada itu diwakili oleh Jason Saunderson selaku Manager Government Relation RIM Asia Pasifik. Sementara dari pemerintah dipimpin oleh Iwan Krisnadi, anggota Komite Regulasi BRTI.

Meski mengaku sudah kontak-kontakan dengan KPK, Kominfo tak lantas percaya begitu saja dengan ucapan RIM. Sebab mereka tidak menjelaskan secara detail koordinasi seperti apa yang telah mereka lakukan. Jangan-jangan cuma lips service.

"Kita kan belum tahu seberapa jauh koordinasi mereka, takutnya cuma formalitas saja. Nanti akan kita cek lebih lanjut. Sementara dengan aparat pemerintah lainnya, seperti Polri, tidak disebutkan," lanjut Gatot.

RIM memang memiliki tiga janji kepada pemerintah Indonesia. Salah satunya terkait fasilitas akses lawful interception (penyadapan) bagi penegak hukum Indonesia di jaringan BlackBerry. Dua janji lainnya adalah soal layanan purna jual dan pembangunan server.



(ash/fyk)






Hide Ads