Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Dicari, 'Bapak Asuh' Kreator IT Indonesia

Dicari, 'Bapak Asuh' Kreator IT Indonesia


- detikInet

Jakarta - Indonesia diyakini memiliki banyak kreator inovatif di bidang teknologi informasi (IT). Namun sayang, hal ini belum diiringi dengan penyerapan dari industri. Untuk itu kalangan industri pun diimbau untuk menjadi 'bapak asuh' bagi para kreator.

Demikian diungkapkan Menkominfo Tifatul Sembiring saat pembukaan konferensi & eksibisi Id-Byte Senin (11/7/2011), di Pacific Place, Jakarta.

Berjamurnya kreator TI Tanah Air ini salah satunya dapat dilihat dari tingginya animo peserta yang meramaikan kompetisi Indonesia ICT Award (INAICTA) yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang digelar setahun sekali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sangat mengharapkan Indonesia bergerak menjadi pemain utama dalam industri TIK dunia. Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam industri TIK," tukas Tifatul.

"Untuk itu saya menghimbau kalangan industri TIK bersedia menjadi 'bapak asuh' bagi para kreator," imbuh mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu dalam keterangannya, Senin (11/7/2011).

Tidak jelas, 'bapak asuh' model seperti apa yang diharapkan Tifatul. Yang pasti, seyogyanya sosok tersebut dapat mengayomi para kreator TI yang belakangan populer dengan sebutan start-up untuk dapat berkembang.

Dukungan pun jangan hanya sebatas pada kucuran modal semata. Namun juga turut disokong dengan perencanaan model bisnis strategis agar para kreator ini dapat lepas landas dengan sukses.

Menkominfo sendiri optimistis Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemain utama bagi industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Tanah Air dinilai punya modal besar, secara geografis terdiri dari 17.508 pulau, luas wilayah lebih 5.400 km, dan memiliki 237 juta penduduk.

Saat ini, di Indonesia diperkirakan ada 200 juta pengguna ponsel, 45 juta pengguna internet, 30 juta pengguna media sosial, dan tahun 2009 volume bisnis TIK mencapai Rp 300 triliun per tahun.

Pada tahun 2011, pemerintah optimistis Indonesia meraih pertumbuhan ekonomi 6,5-7%. Saat ini, inflasi sekitar 6,5%, suku bunga 6,6%, kemiskinan 11,8%, dan pengangguran diklaim di bawah 10%.

"Kondisi makro ekonomi Indonesia semakin baik. Beberapa CEO international company bahkan berkunjung dan menyampaikan harapan dan optimisme terhadap ekonomi Indonesia. Ini bagus bagi pengembangan usaha," Tifatul menandaskan.


(ash/rns)





Hide Ads