Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pengguna e-Money di Indonesia Tembus 10 Juta

Pengguna e-Money di Indonesia Tembus 10 Juta


- detikInet

Jakarta - Perkembangan teknologi yang sangat pesat membawa dampak dalam sendi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah perubahan skema pembayaran tunai melalui uang kertas menjadi sistim pembayaran non tunai, antara lain melalui kartu kredit, kartu ATM, maupun kartu debit.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat di Indonesia sudah mulai memanfaatkan instrumen e-Money untuk pembayaran yang bersifat mikro. Hingga Mei 2011, pengguna layanan mobile wallet atau e-Money diperkirakan mencapai 10 juta.

"Penerbit e-Money di Indonesia saat ini tercatat 11 penerbit," kata Analis Senior Bank Indonesia, Ida Yunarti, dalam keterangan pers yang diterima detikINET, Jumat (24/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 11 penyelenggara, menurut Ida, ada lima bank penyelenggara terdiri dari empat bank umum dan satu BPD. Sementara untuk non-perbankan terdiri dari lima operator telekomunikasi dan satu perusahaan non-bank.

Menyoal besaran transaksi, Ida menyebut pertumbuhan e-Money menggembirakan. Ada sekitar 72.718 transaksi per bulan atau sekitar 50 transaksi setiap menit.

"Pertumbuhan ini menggembirakan, karena usia e-Money baru empat tahun," kata Ida. Sementara untuk transaksi kartu kredit, diperkirakan mencapai 320 transaksi per menit.

Adapun soal perkembangan teknologi mobile wallet, Rayhan menyatakan pihaknya tengah melakukan pengkajian untuk mengimplementasikan teknologi baru seperti RFID atau near field communication (NFC).

Ihwal regulasi, Ida menyatakan bahwa Bank Indonesia tidak berpedoman pada teknologi yang dikembangkan, melainkan layanan yang diimplementasikan.

Misalnya, mengenai cash in dan cash out yang menjadi salah satu kendala operator telekomunikasi dalam pengembangan mobile wallet di ponsel pelanggan.

Ida menyatakan bahwa pada prinsipnya payment point harus memiliki izin untuk cash in dan cash out.

"Kami harus melakukan pengawasan yang ketat guna menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan, misalnya, dijadikan ajang money laundering (praktik pencucian uang)," katanya.

Dari sejumlah operator yang memiliki izin penyelenggara e-Money, Telkomsel merupakan salah satunya yang mengembangkan layanan dengan produk Telkomsel Cash (T-Cash).

Menurut GM Mobile Commerce Development Telkomsel, Rayhan, saat ini pengguna T-Cash mencapai lebih dari 5 juta pelanggan. Pada akhir 2011, Telkomsel menargetkan 7 juta pengguna layanan ini.

Untuk mendukung target tersebut, Telkomsel mengeluarkan beragam jurus. Bagi pengguna yang melakukan registrasi T-Cash memperoleh bonus SMS gratis. Bonus yang sama juga menanti jika mereka melakukan transaksi pembayaran. Sementara bagi pelanggan yang mengisi kembali uangnya (top up) memperoleh bonus free talk.

Selain terus menggenjot jumlah pengguna, Telkomsel juga memperluas merchant-merchant T-Cash. Saat ini Telkomsel telah menjalin kerjasama dengan 350 merchant dengan total terminal mencapai 8.900 unit.

Merchant-merchant yang digandeng Telkomsel lumayan bervariasi mulai dari agen asuransi, pembayaran tagihan, jasa pengiriman, pendidikan, fashion, makanan dan minuman, produk lifestyle, dan lainnya.

"Hingga Oktober 2010 pangsa pasar T-Cash mencapai 43%," kata Rayhan.

T-Cash diluncurkan November 2007 setelah Bank Indonesia memberikan lisensi alat pembayaran menggunakan kartu (APMK). Dengan lisensi itu, Telkomsel kemudian mengembangkan layanan mobile wallet dan layanan pengiriman uang (Remmitance).

(rou/rou)





Hide Ads