"Umumnya industri telekomunikasi berkembang dari masyarakat tidak terhubung menjadi terhubung melalui telepon rumah yang kemudian berkembang menjadi telepon seluler. Hal tersebut tidak terjadi di Indonesia, telekomunikasi berkembang dari tidak terhubung menjadi terhubung melalui ponsel," ujar Viraj Juthani, Director Telecom Practice Group Nielsen di Jakarta, Selasa (8/2/2011).
Artinya, perkembangan telepon rumah tidak pernah benar-benar meningkat. Pasalnya, masyarakat langsung menggunakan ponsel sebagai alat komunikasi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan pengguna ponsel remaja yang berkisar di usia 15-19 tahun telah meningkat tiga kali lipat menjangkau lebih dari 70% dari segmen ini.
"Pemasar juga harus memfokuskan usaha mereka untuk mengembangkan produk yang cocok untuk kelompok usia yang lebih muda lagi yaitu usia 10-14 tahun. Pengguna ponsel pada kelompok usia ini telah meningkat lima kali lipat sejak tahun 2005," jelas Viraj.
Berikut beberapa insights mengenai perilaku yang menjelaskan alasan populernya komunikasi melalui ponsel di kalangan anak muda:
- Mereka dapat multitasking antara satu alat dengan alat lainnya dengan mudahnya. Sehingga besar kemungkinan terjadinya perpindahan konsumsi antar media, hal ini didukung oleh adanya internet dan ponsel.
- Komputer, laptop dan alat-alat mobile adalah peralatan elektronik yang digunakan oleh remaja untuk berkomunikasi.
- Panggilan suara mengizinkan terjadinya kontak emosional, namun memiliki tantangan dengan adanya hambatan teknis seperti menghabiskan baterai, sehingga tidak efisien.
- Pesan singkat praktis tapi tidak cukup kuat bagi remaja untuk mengekspresikan diri.
- Chatting merupakan solusi yang lebih baik karena memberikan keuntungan dari mengirimkan pesan singkat (praktis) dan kepuasaan melakukan panggilan suara.