Delima yang menelan investasi sekitar Rp 15-20 miliar, merupakan bagian dari transformasi bisnis yang dilakukan Telkom sebagai perusahaan berbasis Telecommunication, Information, Media, dan Edutainment (TIME).
"Delima ini bagian dari IME-nya. Bisnis IME sendiri telah memberikan berkontribusi 8% bagi total pendapatan perusahaan," jelas Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Gedung Telkom, Jakarta, Senin (31/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengharapkan dalam waktu tiga tahun pertama akan ada 20% dari 300 juta transaksi itu yang menggunakan Delima.Β Hal ini agar dalam jangka waktu 3-4 tahun investasi Rp 15-20 miliar yang ditanamkan untuk Delima bisa kembali," jelasnya.
Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G Wiryanata mengungkapkan, untuk menjalankan bisnis pengiriman ini Telkom bekerja sama dengan sejumlah bank besar dalam settlement, seperti Bank Mandiri dan BNI.
"Di tahun pertama kami mengharapkan ada sekitar 5-6 juta transaksi melalui Delima dengan dukungan cash point sekitar 1.700 titik," papar Nyoman.
Sebelum Telkom, bisnis mobile remmitance telah lebih dulu digelar Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata yang sebelumnya telah mengantongiΒ izin Kegiatan Usaha Pengiriman Uang (KUPU) dari Bank Indonesia.
(rou/ash)