Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
2011, Tahun Komplain Pelanggan?

2011, Tahun Komplain Pelanggan?


- detikInet

Bandung - Tahun 2011 ini diyakini sebagai babak awal untuk pertempuran operator telekomunikasi. Operator harus berhati-hati dalam merebut pasarnya jika tidak ingin menuai komplain dari pelanggannya.

Demikian dituturkan Dimitri Mahayana, Chief of Sharing Vision saat berbincang dengan detikINET usai acara Sebar (Seluler Jabar) Night 2010 di Hotel Grand Preanger Bandung, Jumat (14/1/2011) malam.

"Tahun ini bisa jadi tahun komplain pelanggan jika operator tidak berhati-hati dalam memberikan pelayanannya," ujar pria yang akrab dipanggil Pak Dim ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, walaupun banyak yang memprediksi pertumbuhan pelanggan akan melambat tapi masih akan terus tumbuh. Ini melihat dari tren masyarakat yang semakin terkoneksi dan tergantung dengan internet. Tak salah jika operator mencanangkan tahun ini sebagai tahun broadband.

"Pelanggan mobile atau broadband akan tetap naik. Ditambah aplikasi saat ini butuh akses yang tinggi. Tapi disisi lain operator berat sekali untuk investasi. Hati-hati," katanya mengingatkan.

Peringatan ini dikeluarkan oleh Pak Dim karena melihat jumlah pelanggan seluler telah mencapai 180 juta pelanggan atau 77 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Angka ini membuat pertumbuhan pelanggan akan melambat dan akan segera memasuki fase saturisasi atau fase jenuh. Operator akan berebut pelanggan yang sangat berhati-hati dan berhitung dengan budjet yang akan dialokasikan untuk memenuhi komunikasinya.

"Ini saatnya last war period bagi para operator dalam memperebutkan pelanggan pada bottom of the pyramid, yaitu para pelanggan yang sangat berhati-hati dalam menentukan pilihannya dan sangat berhitung dengan budjet yang akan mereka alokasikan. Biaya marketing yang tinggi untuk merebut pasar, tapi hanya bisa menambah revenue yang kecil," paparnya.

Pak Dim juga meyakini isu efisiensi dan pemotongan biaya operasional operator juga akan menjadi agenda utama yang dibahas para operator. Hal ini wajar karena persaingannya sudah sangat ketat dengan pasar yang menjelang jenuh. Namun demi mempertahankan pasarnya, pria yang juga dosen ITB ini mengingatkan agar operator tidak pelit dalam berinvestasi.

"Tidak akan rugi menambah investasinya. Pasarnya 250 juta penduduk Indonesia. Jangan pelit. Kalau tidak ada investasi maka siap-siap menerima komplain pelanggannya," tukasnya.

(afz/wsh)







Hide Ads