LTE (Long Term Evolution) merupakan generasi berikutnya dari jaringan mobile broadband dan secara dramatis meningkatkan kapasitas dan performa. Kecepatan downlink tertinggi dengan teknologi ini bisa mencapai 100 Mbps.
"Teknologi revolusioner ini menunjukan lompatan kuantum ke era baru dari broadband mobile untuk bisnis dan hiburan, menempatkan Hong Kong di garis terdepan inovasi telekomunikasi global," tukas Joseph O'Konek, CEO CSL Limited.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarek Robbiati, Group Managing Director dari Telstra International dan Pimpinan Eksekutif CSLNWM menambahkan, secara global LTE dikenal sebagai teknologi generasi terdepan berikutnya untuk komunikasi broadband mobile.
Selain menawarkan data berkecepatan tinggi dengan mobilitas penuh dan kehandalan tinggi, jaringan LTE/DC-HSPA+ diklaim akan lebih meningkatkan kualitas kehidupan orang di Hong Kong dengan membawa hiburan dan interaksi yang ada ke tingkat yang baru β kapanpun, dimanapun β dengan 3DTV, permainan interaktif dan aplikasi e-learning.
Konsumen di Hong Kong tidak lagi hanya berupa pengalaman komunikasi bergerak, mereka akan menjadi benar-benar tenggelam dalam gaya hidup dinamis, tukasnya.
Untuk layanan perusahaan dan professional, jaringan LTE/DC-HSPA+ dijanjikan untuk meningkatkan efisiensi bisnis, produktifitas dan kesempatan dengan menawarkan mobile office, mobile HD video conferencing, mobile real-time monitoring, Marketing interaktif mobile dan periklanan, dan mobile real-time imaging untuk tele-healthcare.
"Kini di Indonesia, para operator telekomunikasi mulai memperhatikan teknologi LTE dan antusias untuk bekerjasama dengan ZTE dalam menerapkan teknologi ini," lanjut Tang , Direktur CTC dari ZTE.
"ZTE telah siap dalam menyediakan produk dan layanan yang relevan dengan LTE untuk pasar Indonesia. Kami berharap dalam waktu dekat pangguna komunikasi mobile di Indonesia dapat merasakan kehebatan teknologi LTE dari ZTE seperti yang kini telah dinikmati penduduk Hong Kong saat ini," tutupnya, dalam keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Rabu (1/12/2010).
(ash/rns)