Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno memperkirakan pendapatan Telkomsel hanya tumbuh lima persen pada akhir 2010 nanti dibandingkan tahun lalu akibat mulai jenuhnya pasar layanan tradisional selular, voice dan SMS.
"Industri sudah masuk masa saturasi untuk dua layanan itu. Jika ditanya berapa pertumbuhan kami, saya rasa sama dengan industri. Jika Industri hanya 5%, kita akan menyamai," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, kenyataan berbicara lain. Pada kuartal III 2010, pertumbuhan pendapatan Telkomsel hanya berkisar 5%. Hal ini membuat Telkom sebagi induk usahaΒ melakukan revisi pertumbuhan pendapatan menjadi 5% dari sebelumnya 9%. Telkomsel selama ini adalah penyumbang pendapatan terbesar bagi sang BUMN telekomunikasi.
Namun, Sarwoto mengungkapkan, Telkomsel telah menyiapkan sejumlah langkah untuk keluar dari kejenuhan jasa tradisional dengan menggeber new services seperti mobile data dan aplikasi yang mengikutinya.
"Operator yang serius mengembangkan new services akan tetap sebagai pemimpin pasar di masa mendatang. Kami sudah di jalur yang benar karena mampu menaikkan kontribusi new services dari 7% pada tahun lalu menjadi 13% sekarang bagi pendapatan," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar mengungkapkan, akan mengevaluasi kinerja dari manajemen Telkomsel seiring kurang mengkilapnya performa operator seluler terbesar dalam waktu sembilan bulan belakangan ini.
"Jajaran manajemen Telkomsel salah satu yang akan dievaluasi. Tetapi itu setelah dibereskan induk usahanya dulu,Telkom. Kita benahi atasnya dulu, baru setelah itu bawahnya," ungkapnya.
Jajaran manajemen Telkomsel kabarnya akan ditambah dengan hadirnya Direktur Bidang Sumber Daya Manusia, Pemasaran, New Business, dan Teknologi Informasi. Sebelumnya, jajaran direksi hanya terdiri atas Direktur Utama, Direktur Keuangan, Direktur Operasi, Direktur Perencanaan dan Pengembangan, serta Direktur Niaga.
Β
(rou/rou)